Memiliki anak memang dambaan semua pasangan suami istri, begitu pula Dobleh (35), nama samaran. Namun Dobleh tidak beruntung lantaran Siti (32), nama samaran istri Dobleh, tidak juga hamil selama lima tahun pernikahan.
Untuk alasan ini, Dobleh menyeret Siti ke Pengadilan Agama. Ia melayangkan permohonan cerai dengan alasan Siti tidak subur. “Saya ingin punya anak. Tapi kalau terus dengan Siti, saya tidak akan bisa,” katanya dalam sesi mediasi.
Ia meyakini harapan akan pupus jika terus mempertahankan rumah tangga dengan Siti. Apalagi di satu sisi, ia tidak diberi izin berpoligami oleh Siti. “Saya minta istri lagi, enggak dikasih. Tapi dia sendiri enggak mau kasih saya anak. Lalu gimana dong saya bisa punya momongan? Ya jalan cerai satu-satunya cara,” tutur Dobleh dingin.
Wih, cara bicara Dobleh tanpa rasa bersalah atau belas kasihan. Padahal saat itu, ada Siti di sudut kantor Pengadilan Agama. Siti hanya terdiam dengan kepala menunduk. Sesekali keluar air mata, namun cepat-cepat ia hapus menggunakan sapu tangan.
Menurut Dobleh, sebelum kedatangannya ke Pengadilan Agama bersama Siti, sempat terjadi drama yang melibatkannya dengan Siti. Menurut Dobleh, ia sempat kabur satu minggu dari rumah tempat mereka tinggal. “Saya tinggalkan Siti malam-malam di rumah. Setelah itu nomor hape saya buang biar dia tidak telepon saya,” jelasnya.
Dobleh pergi ke rumah orangtuanya, ia menginap di sana untuk menghindar dari Siti. Tujuan menghindar, untuk meyakinkan jika perceraian adalah jalan terbaik. “Malam harinya, saya bilang ingin cerai. Kalau tidak mau, saya tinggalkan rumah ini. Siti bilang tidak mau, makanya saya tinggalkan. Biar Siti sadar, mau tidak mau dia bercerai, kami pasti akan pisah,” jelasnya.
Waw, tega amat ini Dobleh, caranya terlalu kasar dan memaksa. Hakim sampai menasihati agar Dobleh menggunakan cara-cara yang baik untuk mencapai sebuah kesepakatan. “Susah kalau mau sepakat sama Siti. Dia itu cengeng, sedikit-sedikit nangis, tapi susah dibilangin,” tuturnya.
Pasangan Dobleh dan Siti adalah hasil perjodohan orangtua. Kebetulan ayah Siti adalah teman dengan ibu Dobleh. “Ibu pernah main ke rumah Siti. Dia kan cantik, makanya ingin dikenalkan kepada saya,” ujarnya.
Dobleh setuju dengan selera ibunya, Siti pun di mata Dobleh memang cantik. Tutur katanya pun lembut, Siti pun sepertinya perempuan penurut. “Sebelum menikah, saya sempat pendekatan dulu. Setelah itu saya sreg dan yakin mau menikah dengan dia,” aku Dobleh.
Dobleh menikah dengan Siti pada Juni 2009. Awal pernikahan mereka terasa indah, sebab Dobleh menikah ketika kondisi ekonominya sudah mapan. “Saya kan sudah kerja dan punya kedudukan. Punya rumah sendiri, kendaraan, juga dapat istri cantik,” jelasnya.
Malam pertama Dobleh diakui dahsyat. Ia bermain dengan istrinya dengan bebas. Setiap sudut rumah jadi saksi malam-malam Dobleh dengan Siti. Bagi mereka, dunia milik sendiri sementara yang lain cuma mengontrak.
Namun keharmonisan mereka mulai redup pada 2012. Dobleh mulai bertanya-tanya tentang kondisi kandungan Siti yang tidak produktif. Apalagi Dobleh mendapati jika datang bulan Siti tidak normal. Hal-hal inilah yang meyakini jika Siti mandul. “Saya sudah tanya kemana-mana, tentang tanda-tanda wanita mandul. Salah satunya kan datang bulan tidak normal. Dari situ saya tahu kalau Siti memang bermasalah dengan kandungannya,” aku Dobleh.
Dobleh juga sempat membawa Siti ke spesialis kandungan. Namun dokter menyatakan Siti masih dapat disembuhkan. Karenanya Siti melakukan sejumlah terapi dan minum obat-obatan. Ia pun ikhtiar dengan memdatangi sejumlah dukun dan kyai yang diyakini sakti. “Saya tidak membiarkan kok, pernah usaha,” jelas Dobleh.
Sayang usaha-usaha yang ia lakukan tidak saja berbuah hasil. Sementara ibunya mulai berkomentar tentang Dobleh yang tidak juga memiliki momongan. “Ibu saya ngomel, suruh saya cerai dan cari istri lain,” tuturnya.
Dobleh tidak tega mengikuti keinginan ibunya. Karena itulah ia mengusulkan untuk berpoligami. Namun Siti tidak mau karena hal tersebut akan membuatnya semakin sedih. Akhirnya Dobleh pun terpaksa mengambil keputusan tegas, yakni kabur dari rumah. Kabur kok tegas, tegas apanya Om? “Saya ingin Siti merenungkan apa yang sedang terjadi. Toh usaha saya berhasil, ketika saya kembali ke rumah, Siti mengaku siap bercerai,” terangnya.
Lantaran Siti tidak keberatan bercerai, Pengadilan Agama pun mengabulkan permohonan Dobleh. Siti kembali ke rumah orangtuanya dengan status janda, sementara Dobleh tengah bergerilya mencari istri lagi. “Saya masih ganteng kok, laku dengan perawan juga,” ujarnya. (Sigit/Radar Banten)









