slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Umum

Azab Memakan Harta Saudara

Redaksi by Redaksi
04-05-2016 10:33:34
in Umum
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Tidak semua orang percaya dengan istilah azab, sampai orang itu mengalaminya sendiri. Setidaknya itu yang dirasakan Sentot (45), nama samaran, anak pertama lima bersaudara. Sebab semasa muda, ia menghabiskan seluruh harta warisan orangtua. Bukan hanya harta miliknya, namun termasuk harta yang seharusnya menjadi hak keempat saudaranya.

Kisruh ini terkuak ketika keponakan-keponakan Sentot menuntut hak orangtua mereka. Anak dari adik-adik Sentot mendaftarkan gugatan hak waris melawan Sentot di Pengadilan Agama.

Baca Juga :

Akibat Dendam Sang Mertua

Sakit Hati Disebut Si Tompel

Suami Beringas dan Tukang Menyiksa

Dompet Tipis Pemicu Emosi

Menyikapi hal ini, Sentot tentu tertunduk malu dan sangat menyesal. Sebab, perbuatan rakusnya ini membuat Sentot hidup sendiri. Bukan hanya ditinggal keluarga besar, namun ia pun ditinggal lima istrinya. Bukan ditinggal pergi atau cerai, tapi ditinggal meninggal. “Setiap saya menikah, istri selalu meninggal karena penyakit. Ini azab atas perbuatan saya di masa lalu. Saya sangat menyesal,” kata Sentot.

Waw, kenapa azabnya malah menimpa para istri ya? Tapi begitulah nasib yang menimpa Sentot, ia terpaksa menjalani masa tua dengan sepi. “Sekarang saya tinggal sendirian. Rumah saya sampai reot enggak pernah dibetulin. Uang dari mana? Yang ada kan cukup untuk makan saja,” jelasnya.

Sentot juga tidak sempat memiliki anak, beberapa kali istri mengandung selalu keguguran. Sudah begitu sang istri meninggal dunia karena sejumlah penyakit. “Dokter bilang kanker, tapi gejalanya komplikasi,” tuturnya.

Berdasarkan pengakuan Sentot, ia menghabiskan harta para adik karena tidak kuat akan godaan. Ia tidak puas hanya memiliki harta pemberian orangtua, ia pun ingin menguasai harta adik-adiknya. “Saya memang tergoda. Ayah kan mempercayakan saya untuk membagi-bagikan harta sesuai surat wasiat. Karena itu sertifikat diberikan semua kepada saya. Karena ingin uang cepat, satu per satu saya jual,” akunya.

Sebagai pemborong, ayah Sentot memang kaya raya. Ia memiliki tanah dan sawah di mana-mana. Karena itu, seharusnya empat adik Sentot bergelimang tanah di beberapa lokasi. Namun tidak satu pun yang menjadi hak mereka hingga akhir hayat.

Menurut Sentot, ini semua karena ketidakmampuannya menerima perubahan pola hidup ketika menjelang remaja. Ini ketika ayah Sentot meninggal dunia, ekonomi keluarga merosot drastis. “Waktu ayah meninggal, uang jajan saya jadi kepangkas habis. Biasanya saya traktir orang, ini untuk makan sendiri saja susah,” tuturnya.

Sentot juga terbiasa diagung-agungkan para gadis di sekitarnya. Karena itulah, ia sulit untuk kehilangan sensasi dipuja para gadis. “Saya malu, jadinya tidak terima kalau saat itu keluarga kami jatuh miskin,” tuturnya.

Tentang bagaimana ia menjual hak waris para adik, itu ia pelajari dari ibunya. Ketika itu sang ibu beberapa kali menjual sejumlah tanah untuk kepentingan pendidikan Sentot dan keempat adik. “Saya dan empat adik berhasil sekolah sampai SMA. Sejak SMP, modal sekolah itu dari menjual tanah-tanah warisan. Dari situ saya belajar bagaimana menjual tanah warisan,” tuturnya.

Pengalaman pertama Sentot menjual harta waris, ketika sang ibu telah meninggal dunia ketika ia duduk di bangku SMA. Ia mulai menjual satu per satu harta warisan untuk kepentingan sekolah Sentot dan adik-adik.

Hal ini jadi keterusan, Sentot menjual tanah untuk menyogok oknum pejabat agar dirinya diterima jadi PNS. Sentot pun menjual harta bukan miliknya ketika hendak menikah dengan istri pertama.

Namun seperti yang diceritakan di awal, Sentot ditinggal meninggal istri pertama. Begitu pula istri kedua hingga keempat. “Waktu mereka sakit, saya jual lagi tanah-tanah milik mereka untuk biaya pengobatan,” tuturnya.

Selain karena biaya obat, para istri yang dinikahi Sentot relatif banyak menuntut ini dan itu, alias materialistis. Gara-gara hal tersebut, Sentot juga banyak menjual tanah yang seharusnya menjadi hak keempat adiknya.

Sekarang, kata Sentot, tanah-tanah warisan orangtua tinggal beberapa petak sawah. Rencananya tanah-tanah itu akan ia serahkan kepada para keponakan yang saat ini tengah memperkarakannya. “Sudah saatnya saya memberikan hak adik-adik saya. Walau pun terlambat, setidaknya bisa mengurangi dosa saya,” katanya.

Menurut Sentot, ia telah kenyang dengan azab karena menjual harta milik saudara kandungnya. Kini ia tengah berusaha bertobat dan mendalami agama. “Sekarang saya sering ikut pengajian di masjid. Apa pun yang nanti terjadi ke depan, biar Allah yang menentukannya,” kata Sentot pasrah. (Sigit/Radar Banten)

Tags: Love Story Mei 2016
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Primus : Demi Allah Saya Tidak Pernah Pakai Narkoba

Next Post

Ketua MPR RI: Narkoba Lebih Bahaya dari Teroris

Related Posts

Love Story
Umum

Akibat Dendam Sang Mertua

by Redaksi
Selasa, 31 Mei 2016 12:18

Ini adalah kisah pilu Rahmat (34), nama samaran, yang tidak berhasil bersatu dengan anak istrinya. Ia dipisahkan keputusan Pengadilan Agama...

Read moreDetails

Sakit Hati Disebut Si Tompel

Suami Beringas dan Tukang Menyiksa

Dompet Tipis Pemicu Emosi

Suami Istri Jadi Simpanan Mertua

Salah Gaul Gara-gara Model Tiongkok

Demi Jadi Artis, Anak Tidak Diperhatikan

Ngakunya Les, Ternyata Cuma Ngeles

Terkalahkan Bayangan Mantan Sejenis

Kepincut Makhluk Gaib, Suami Mendadak Horor

Next Post
Ketua MPR RI: Narkoba Lebih Bahaya dari Teroris

Ketua MPR RI: Narkoba Lebih Bahaya dari Teroris

Biar Warungnya Laris, Sang Juragan Setiap Sore Cium Anu Karyawatinya

Biar Warungnya Laris, Sang Juragan Setiap Sore Cium Anu Karyawatinya

Since Lithasova Yom

Pelatda PON Dayung Lakukan Sentralisasi di Pangalengan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Dr Momon Andriwinata: Gema Al-khairiyah Harus Lakukan Gerakan Nyata

Minggu, 7 Juni 2026 08:06
Santunan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan dan Beasiswa Rp492 Juta untuk Ahli Waris Korban Kecelakaan Kerja

Sabtu, 6 Juni 2026 13:33
Pengeroyokan brimob

Kasus Dugaan Pengeroyokan Dua Anggota Brimob, Denpom III/4 Serang Tahan Kopda RI

Sabtu, 6 Juni 2026 13:21
Program sekolah gratis

Kanwil Kemenag Banten Mulai Data Madrasah Peserta Program Sekolah Gratis

Sabtu, 6 Juni 2026 13:14
BKPSDM Kota Serang Raih Penghargaan BKN, Terbaik Penerap Kebijakan Pro Karier ASN se-Jabar dan Banten

BKPSDM Kota Serang Raih Penghargaan BKN, Terbaik Penerap Kebijakan Pro Karier ASN se-Jabar dan Banten

Sabtu, 6 Juni 2026 12:34
Korve Massal dan Penanaman Pohon Warnai Puncak Hari Lingkungan Hidup di Tangerang

Korve Massal dan Penanaman Pohon Warnai Puncak Hari Lingkungan Hidup di Tangerang

Sabtu, 6 Juni 2026 12:20

Dr Momon Andriwinata: Gema Al-khairiyah Harus Lakukan Gerakan Nyata

Minggu, 7 Juni 2026 08:06
Santunan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan dan Beasiswa Rp492 Juta untuk Ahli Waris Korban Kecelakaan Kerja

Sabtu, 6 Juni 2026 13:33
Pengeroyokan brimob

Kasus Dugaan Pengeroyokan Dua Anggota Brimob, Denpom III/4 Serang Tahan Kopda RI

Sabtu, 6 Juni 2026 13:21
Program sekolah gratis

Kanwil Kemenag Banten Mulai Data Madrasah Peserta Program Sekolah Gratis

Sabtu, 6 Juni 2026 13:14
BKPSDM Kota Serang Raih Penghargaan BKN, Terbaik Penerap Kebijakan Pro Karier ASN se-Jabar dan Banten

BKPSDM Kota Serang Raih Penghargaan BKN, Terbaik Penerap Kebijakan Pro Karier ASN se-Jabar dan Banten

Sabtu, 6 Juni 2026 12:34
Korve Massal dan Penanaman Pohon Warnai Puncak Hari Lingkungan Hidup di Tangerang

Korve Massal dan Penanaman Pohon Warnai Puncak Hari Lingkungan Hidup di Tangerang

Sabtu, 6 Juni 2026 12:20

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dr Momon Andriwinata: Gema Al-khairiyah Harus Lakukan Gerakan Nyata

by Abdul Rozak
Minggu, 7 Juni 2026 08:06

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Gerakan Mahasiswa (Gema) Al-Kahiriyah diminta untuk memberikan manfaat untuk almamater dan masyarakat melalui program-program yang nyata. Hal...

Santunan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan dan Beasiswa Rp492 Juta untuk Ahli Waris Korban Kecelakaan Kerja

by Yusuf Permana
Sabtu, 6 Juni 2026 13:33

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – BPJS Ketenagakerjaan Banten menyerahkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ahli waris almarhum Rojudin, pekerja PT Munic Line...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak