RANGKASBITUNG – Masyarakat Kampung Balida, Desa Rangkasbitung Timur, dan Kampung Rangkasbitung Girang, Kelurahan Rangkasbitung Barat di Kecamatan Rangkasbitung bergotong royong membangun jembatan darurat pada Kamis (5/5). Kini, anak Sungai Ciberang bisa dilintasi masyarakat.
Gotong royong tersebut disaksikan Camat Rangkasbitung Agus Sudrajat, Kepala Desa Rangkasbitung Timur Eneng Kurniati, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak HM Yogi Rochmat. Belasan anggota TNI ikut membantu masyarakat membersihkan puing Jembatan Balida yang putus.
Eneng Kurniati mengatakan, pembangunan jembatan darurat itu berdasarkan hasil musyawarah masyarakat. “Kami bersyukur masyarakat kompak dan antusias bergotong royong,” katanya kepada wartawan, seperti dilansir Harian Radar Banten.
Kades dan masyarakat Desa Rangkasbitung Timur juga menyampaikan usulan kepada Bupati Iti Octavia Jayabaya agar membangun jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat sebagai pengganti Jambatan Balida yang putus akibat banjir luapan anak Sungai Ciberang. Apalagi, tahun depan Desa Rangkasbitung Timur bakal mengalokasikan anggaran pelebaran dan pembangunan jalan dari jembatan menuju Kampung Balida.
“Anggaran pembangunan jalan masih dihitung. Kami minta jembatan yang bakal dibangun menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT) bisa dilewati mobil,” harap Eneng.
Senada diungkapkan HM Yogi Rochmat. Dia mengatakan, jembatan baru yang akan dibangun harus bisa dilalui kendaraan roda empat. Dengan begitu, Desa Rangkasbitung Timur bisa berkembang dan maju.
“Sekarang, sudah ada jembatan darurat dan kami minta DBM (Dinas Bina Marga) secepatnya menyelesaikan penghitungan anggaran pembangunan jembatan,” katanya.
Politikus Partai Golkar itu mengaku, akan mendukung setiap kebijakan pemerintah daerah yang pro kepentingan masyarakat. “Pembangunan jembatan di sini mendesak dilakukan. Kami akan terus pantau sampai pembangunan jembatan direalisasikan,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DBM Kabupaten Lebak Entoy Saepudin membenarkan, pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran pembangunan jembatan di atas anak Sungai Ciberang itu. “Kami masih hitung, mudah-mudahan cepat selesai,” katanya. (Mastur/Radar Banten)










