LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Jembatan gantung yang menjadi akses penghubung antar desa di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, ambruk pada Rabu 21 Januari 2026.
Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang siswa SMP mengalami luka-luka saat hendak pulang sekolah.
Jembatan gantung itu diketahui menghubungkan Desa Cilangkap dengan Desa Senanghati.
Insiden terjadi saat para siswa melintas sepulang sekolah dari SMPN 3 Wanasalam menuju Kampung Cilangkap, Desa Senanghati.
Pegawai Desa Cilangkap, Mardiansyah, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan jembatan ambruk secara tiba-tiba ketika dilintasi para pelajar yang menggunakan kendaraan roda dua.
“Telah terjadi bencana jembatan gantung yang ambruk, jembatan tersebut adalah salah satu jembatan penghubung antar desa, Desa Cilangkap dan Desa Senanghati. Kejadian tersebut terjadi saat anak sekolah berjumlah 5 orang hendak pulang sekolah dari SMPN 3 Wanasalam di Kampung Warungjogjog Desa Cilangkap, ke Kampung Cilangkap, Desa Senanghati,” tuturnya kepada RADARBANTEN.CO.ID dihubungi melalu telepon, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, saat kejadian kelima siswa tersebut melintas menggunakan tiga sepeda motor.
Akibat ambruknya jembatan, para siswa terjatuh ke sungai dan sebagian terseret arus Sungai Cilangkap.
“Para korban siswa yang melintas sesudah pulang sekolah menggunakan 3 kendaraan roda dua yang berjumlah 5 orang, yang ikut jatuh dan hanyut dibawa arus Sungai Cilangkap,” ujarnya.
Mardiansyah merinci, korban atas nama Huda, siswa kelas 7, harus dilarikan ke RSUD Malingping akibat mengalami luka cukup parah.
Sementara Dede IIF, siswa kelas 9, dirawat di rumah dengan luka ringan berupa empat jahitan di bagian kaki dan pinggang.
Selain itu, Ajat, siswa kelas 9, mengalami luka ringan di kaki dan pinggang.
Sedangkan Fakih, siswa kelas 8, serta Rezan, siswa kelas 9, turut menjadi korban dalam insiden tersebut dan mendapatkan penanganan medis.
Pasca kejadian, warga bersama aparat desa langsung melakukan evakuasi dan membantu para korban.
Akses jembatan kini tidak dapat dilalui dan warga diminta mencari jalur alternatif demi keselamatan.
Pemerintah desa berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar jembatan penghubung tersebut segera diperbaiki.
Pasalnya, jembatan gantung itu menjadi akses vital warga dan pelajar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











