SERANG – Saat ini para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, banyak yang melanggar peraturan terkait kedisiplinan bekerja. Mereka melanggar dengan berbagai alasan. Untuk mengantisipasi para PNS nakal tersebut dibutuhkan ketegasan dari masing-masing pimpinan di semua SKPD.
“Kami kesulitan dalam memberikan sanksi pada para pegawai yang melakukan pelanggaran terkait kedisiplinan, sebab kami juga tidak sepenuhnya mengontrol semua PNS yang ada di lingkungan Provinsi Banten,” ujar Kepala BKD Provinsi Banten Samsir, usai membuka acara Workshop Penanganan Kasus Disiplin Pegawai Negeri Sipil Provinsi Banten di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (19/5).
Samsir menjelaskan, kesulitan itu disebabkan lantaran adanya hubungan emosional yang terjalin di antara sesama PNS. Seperti hubungan kekerabatan, pertemanan, persaudaraan atau hal lain yang membuat sanksi disiplin menjadi lemah.
Menurutnya, hal itu menjadi penyakit di semua SKPD yang ada di lingkungan Provinsi Banten. Sebab ketegasan pemimpin dalam memberikan sanksi pada bawahanya menjadi lemah. Padahal PNS tersebut terbukti melakukan pelanggaran. “Pasti lah ada rasa gak enak gitu, jika pelanggarnya punya hubungan kedekatan,” katanya.
Meskipun demikian, lanjut Samsir, para pimpinan di SKPD harus memberikan contoh ketegasan. Jangan sampai ada diskriminasi terhadap para PNS yang terbukti melakukan pelanggaran. Sebab hal itu dapat membuat kedisiplinan yang berlaku di SKPD menjadi lemah. (Adef)











