Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru sekolah luar biasa (SLB) di delapan kabupaten/kota di Banten. Tahun ini, Pemprov memberikan tunjangan khusus kepada guru SLB non-PNS sebesar Rp500 ribu per bulan.
Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, tunjuangan khusus kepada guru pendidikan khusus bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik yang telah berjuang mencerdaskan anak bangsa. Kontribusi mereka cukup besar untuk mendukung program pemerintah dalam dunia pendidikan. Jika kesejahteraannya baik maka para guru SLB akan fokus dan profesional dalam melaksanakan tugas di sekolah. “Tunjangan ini diberikan untuk memacu para guru melayani anak-anak berkebutuhan khusus (ABK-red) secara baik. Tidak sembarang orang bisa melakukannya. Diperlukan jiwa yang ikhlas dan pengabdian dengan total,” kata Rano pada Seminar Pendidikan dengan tema ‘The Great Teacher’, Menjadi Guru Favorit Bagi Peserta Didik, yang dilaksanakan PGRI Cabang Khusus Dinas Pendidikan Banten di aula Sakina, Cibadak, Kamis (31/3).
Menurut Gubernur, jumlah anak berkebutuhan khusus di Banten mencapai 40 ribu orang, sedangkan jumlah guru kurang lebih sebanyak 928 orang. Jadi, Banten masih kekurangan guru untuk mendidik anak berkebutuhan khusus. Karena tidak mudah mendidik anak berkebutuhan khusus, dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan totalitas pengabdian dari guru tersebut. “Kami juga menyiapkan beasiswa dan asuransi kesehatan bagi para siswa di sekolah khusus. Dengan beasiswa ini diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti pendidikan dengan lancar dan tidak putus sekolah karena alasan tidak memiliki biaya,” jelasnya.
Rano berharap, masyarakat tidak meremehkan ABK. Mereka merupakan anugerah dari Tuhan yang punya semangat pantang menyerah. Padahal, mereka punya keterbatasan, tapi tetap semangat belajar untuk bekal hidupnya. “Saya komitmen meningkatkan kesejahteraan guru pendidikan khusus. Apalagi, tahun depan SLB akan dikelola Dindik Banten,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Rano Karno memberikan bantuan tunjangan khusus, beasiswa pendidikan, dan bantuan sarana prasarana pendidikan khusus kepada kabupaten/kota di Banten. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp5,2 miliar. Pemberian bantuan secara simbolis mendapat sambutan antusias dari ribuan guru pendidikan khusus yang hadir di aula Sakina, Kecamatan Cibadak.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten E. Kosasih Samanhudi mengungkap, pihaknya telah menyiapkan berbagai bantuan kesejahteraan bagi para guru di sekolah khusus di Provinsi Banten. Bantuan tersebut di antaranya, tunjangan profesi, tunjangan daerah bagi PNS Banten, tunjangan tambahan penghasilan, insentif bagi guru non-PNS, beasiswa peningkatan kualitas S1 dan S2, dan tunjangan daerah khusus 3T (Terpencil, Terluar dan Tertinggal). “Semua tunjangan mempunyai syarat dan ketentuan sesuai dengan peraturan yang ada. Ini wajib diiringi dengan peningkatan kinerja guru,” paparnya.
Dia menginformasikan, jumlah guru di sekolah khusus di Provinsi Banten mencapai 928 orang dengan status PNS mencapai 277 dan non-PNS 651 orang. Dari 277 jumlah guru PNS, 243 orang sudah bersertifikasi sementara sisanya belum. Sementara itu, dari 651 guru non-PNS, baru 77 guru yang sudah bersertifikasi. “Gubernur punya perhatian yang besar dalam dunia pendidikan,” ungkapnya. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)







