CILEGON – Anggota Komisi I DPRD Kota Cilegon yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Cilegon, Reno Yanuar angkat bicara tentang kecelakaan kerja di area PT Krakatau Posco yang hingga menyebabkan tewasnya dua orang pekerja. Bagi Reno, insiden ini merupakan tamparan keras bagi Pemkot Cilegon agar lebih mengetatkan pengawasannya kepada pihak industri.
“Pemkot Cilegon perlu memberikan teguran keras atas insiden ini, terutama untuk Dinas Perindustrian (Disperindagkop) dan Dinas Tenaga Kerja. Dinas Perindustrian jangan hanya kerja di belakang meja saja, minimal tiga kali seminggu meninjau SOP di tiap perusahaan,” ujar Reno, saat ditemui Radar Banten Online di ruang kerjanya, seusai meninjau gelaran pelaksanaan try out bagi ratusan siswa di Kota Cilegon, Sabtu (21/5).
Sebagai Ketua DPC PDIP Cilegon, Reno mengaku telah berbicara serius kepada anggota PDIP Cilegon yang juga kini menjabat di Komisi II DPRD Cilegon M Yusuf Amin, agar secara tegas memproses secepatnya terkait kecelakaan kerja tersebut.
“Karena itu bukan bagian kerja Komisi I, jadi saya sudah meminta kepada anggota DPRD di Komisi II Pak Yusuf Amin agar segera serius mendorong mengurusi insiden itu dan juga memanggil pihak manajemen PT Krakatau Posco untuk mengklarifikasi. Tapi tentunya beliau tidak bisa bertindak sendiri karena ia juga punya atasan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Reno berharap agar insiden kecelakaan kerja seperti itu tidak kembali terjadi di Kota Cilegon. Reno menekankan, agar Pemkot Cilegon bertindak tegas kepada setiap perusahaan yang telah menyalahi aturan.
“Ini masalah kinerja dan evaluasi K3 (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja). Kalau diharuskan, ya harus dibuat fakta integritasnya, karena perusahaan industri ini bukan hanya harus melihat dari sisi keuntungannya saja, tapi juga keamanan dan kenyamanan harus lebih diutamakan,” tegasnya. (Riko)











