CILEGON – Ketua PGMI (Persatuan Guru Madrasah Indonesia) Kecamatan Grogol Kota Cilegon Sariman mengeluhkan soal honor guru madrasah yang belum juga kunjung keluar. Dikatakan Sariman honor tersebut hingga kini sudah tersendat selama enam bulan.
“Besarannya per bulan Rp300 ribu dan biasanya sudah tersalurkan per triwulan. Tapi sejak Januari 2016 hingga bulan ini (Juni) belum juga cair,” ujar Sariman, seusai menghadiri pelantikan DPD PGMI Kota Cilegon yang berlangsung di aula setda Kota Cilegon, Jumat (3/6/2016).
Lebih lanjut, Sariman merasa ada perhatian berbeda dari Pemkot Cilegon antara guru madrasah yang tergabung dalam PGMI dan guru honorer yang tergabung di PGRI. “Sedangkan guru di PGRI honornya sudah pada keluar, tapi kita (PGMI) belum. Saat kita tanya, alasannya PGRI sudah ada wadah resminya sehingga bisa menyengget honor itu, padahal PGMI juga sudah berdiri sejak 2007-2008 lalu tapi kenapa masih dianggap kurang jelas,” katanya.
Selain honor enam bulan yang belum keluar, sambung Sariman, persoalan PGMI yang mesti dibenahi oleh Pemkot Cilegon adalah menunaikan janji kenaikan tunjangan honor yang pernah diucapkan oleh Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi. “Katanya mau naikkan honor guru madrasah dari Rp300 ribu menjadi Rp500 ribu. Tapi jangankan naik, yang ada saja masih susah keluar,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PGMI Kota Cilegon Habudin, mengaku sudah mengkonfirmasi dengan pihak kementerian agama terkait persoalan tersebut. Informasinya saat ini terdapat peraturan yang berubah dalam menyalurkan honor tersebut yang dahulu dari dari pihak pendidikan Nasional, namun saat ini yang menangani adalah Bagian Kesra Kota Cilegon.
“Katanya sudah dilimpahkan dari Diknas ke Kesra sejak awal Januari lalu. Mudah-mudahan sebelum lebaran katanya honor ini sudah bisa keluar,” katanya. (Riko)










