SERANG – Anggaran senilai Rp159 miliar untuk proyek konstruksi dan pembebasan lahan ruas jalan Palima-Pakupatan di Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten dipastikan tidak akan terserap hingga akhir 2016. Karena itu, anggaran tersebut dialihkan atau digeser untuk pembebasan lahan.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Hudaya, untuk belanja konstruksi dan pembebasan lahan ruas jalan Pakupatan-Palima, Kota Serang, DBMTR menganggarkan Rp 249 miliar, namun dimungkinkan sampai kontrak selesai Oktober mendatang, maksimum terpakai hanya Rp 90 miliar.
“Sisanya, Pemprov akan dorong agar DBMTR fokus untuk pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan. Jadi ke depan kita sudah lah pembebasan lahan saja dulu, jangan dulu konstruksi. Ini supaya pembangunan konstruksinya mantap satu kali, jangan simultan,” ujar Hudaya, Senin (27/6).
Kepala DBMTR Provinsi Banten Hadi Soeryadi mengakui lambatnya progres pembangunan jalan Palima-Pakupatan karena terkendala pembebasan lahan. Lahan yang belum dibebsakan sejauh ini sekitar 6,3 kilometer. Beberapa lahan yang belum dibebaskan antara lain masjid, kantor kelurahan, sekolah, dan warung. Ia bahkan menyebut butuh Rp 600 miliar untuk pembebasan lahan secara keseluruhan di ruas jalan Palima-Pakupatan. (Bayu)









