SERANG – Setelah memantau beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan KP3B, Gubernur Banten Rano Karno melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.
Selain menanyakan tingkat kehadiran pejabat dan pegawai yang bertugas di RSUD, Rano pun meninjau sejumlah fasilitas kesehatan seperti ruang Instalasi Hemodialisa dan ruang perawatan.
Direktur RSUD Banten, Dwi Hesti Hendarti mengatakan, untuk kehadiran pegawai sendiri di hari pertama ini seluruhnya hadir kecuali pegawai yang telah izin. “Hanya sedikit yang izin, selebihnya hadir semua. Tadi sudah kita laporkan juga ke Pak Gubernur,” ujar Dwi saat ditemui di RSUD Banten setelah sidak, Senin (11/7).
Terkait pasien, di hari pertama kerja ini sudah ada 168 pasien rawat jalan, sedangkan yang rawat inap masih sama seperti saat liburan yaitu sebanyak 20 orang. “Sebagian sebelum lebaran sudah pulang, kecuali yang tetap perlu dirawat tidak kita izinkan pulang,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, sidak ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kehadiran para pegawai juga pelayanan di RSUD Banten. Dalam kunjungannya itu, Rano pun mengaku menanyakan ruang Instalasi Hemodialisa yang belum berfungsi hingga saat ini.
“Tadi katanya ada izin yang belum selesai dan beberapa alat yang belum ada. Tapi biaya untuk itu sudah ada. Setelah izin turun, nanti langsung sudah bisa berfungsi,” katanya. (Bayu)









