SERANG- Atap empat ruang kelas SD Negeri Suka Jaya, Desa Pasir Waru, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, ambruk dan dibiarkan rusak hingga setahun. Puluhan siswa akhirnya belajar di sebuah madrasah diniyah, yang lokasinya berdekatan dengan SD.
Wiarsih, guru SDN Suka Jaya, menceritakan, bangunan sekolah itu runtuh Oktober 2015. Kejadianya pada sore hari saat ruang kelas kosong. Awalnya ruangan tersebut terlihat sudah mau roboh. Dinding retak dan kontruksi bangunan atap rapuh.
“Sebelum roboh, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait bahwa atap ruang kelas tersebut sudah tak kuat. Karena tak ada respons cepat, akhirnya roboh,” ungkapnya.
Sebagian siswa direlokasi ke madrasah diniyah milik warga yang jaraknya kurang lebih 40 meter. Sementara ini kelas 1,3, dan 5 belajar di madrasah pada pagi hari. Sementara siswa kelas 2,4 dan 6 masih menempati kelas yang lama. “Total siswa 135 orang,” ujarnya.
“Sejak roboh langsung melaporkan ke pemerintah desa dan Pemkab, tapi hingga sekarang gak ada respons. Padahal ini sudah lama kejadiannya. Pihak sekolah sudah berapa kali pergi ke Dinas Pendidikan, tapi belum juga ada perbaikan,” tambahnya
Camat Mancak Adang Rahmat mengatakan, pihaknya sudah mengupayakan agar Pemkab Serang cepat memperbaiki gedung kelas yang roboh. “Kami mengajukan ke tingkat UPT dan sudah sering bolak balik ke Pemkab Serang, tapi jawaban dari mereka masih nunggu lelang. Padahal Dewan dan Dindik sudah meninjau ke sini. Tapi sekarang belum ada respons lagi,” kata Adang.
Dari 29 sekolah SD di Mancak, hanya sekolah ini yang bangunannya rusak parah. “Kami berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki dan membangun ruang baru. Saya kasihan pada para guru dan siswanya yang bolak-balik ke madrasah yang jalannya menanjak,” ujar Adang. (Ade F)









