SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang menyebut, ada sebanyak 126 ruang kelas baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengalami rusak berat di Kabupaten Serang.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan (Sarpras) pada Dindikbud Kabupaten Serang, Christiansyah Pagua Amran saat Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau SDN Palamakan 1, Desa Prongwulung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang.
Ia mengungkapkan, ada sebanyak dua ruang kelas yang rusak parah di SDN Palamakan 1. Kondisi tersebut tentunya membuat proses pembelajaran terganggu karena selain kondisi ruang kelas yang rusak, juga jumlah ruang kelas yang kurang.
“Memang kalau kebutuhan sih ini harusnya kan enam, minimal enam. Kalau rencana penanganan sih yang pasti itu di dirubuhin dulu. Karena kan secara struktur dari dikasat mata aja. Karena nanti juga kita mau mau bersurat ke Dinas PU untuk melakukan tes struktur. Jadi nanti itu sebagai dasar untuk dirobohkannya,” ujarnya.
Ia mengaku jika jumlah siswa yang belajar di SDN Palamakan 1 cukup banyak yakni mencapai 244 orang sehingga membutuhkan minimal enam ruang kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.
Rencananya karena kondisi lahan yang kecil, pembangunan ruang kelas akan dilakukan dua lantai s hingga kebutuhan ruang kelas bisa terpenuhi. “Untuk kebutuhan anggarannya nanti akan kita hitung, pembangunan kita rencanakan dimulai di tahun 2026,” ujarnya.
Selain di SDN Palamakan 1, di Kabupaten Serang ada sebanyak 126 ruang kelas yang mengalami rusak berat. Pihaknya pun mengaku akan melakukan perbaikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemkab Serang.
“Artinya kita juga kan melihat dari kemampuan kita di dinas. Kemampuan personil dan kemampuan anggaran di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Ia mengaku, ada sedikit kekhawatiran mengenai isu adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Pasalnya sejak dua tahun terakhir, pembangunan gedung kelas rusak dilakukan m nggunakan anggaran dana transfer.
“Sudah 2 tahun ke belakang itu dana transfer baik itu DAU sama DAK. Karena kebetulan tahun ini tidak ada DAK jadi bentuknya dari pusat itu revitalisasi. Kalau revitalisasi kan sebetulnya dilihat dari Dapodik,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, rencananya untuk tahun 2026 akan ada 3 sekolah baik SD maupun SMP yang akan diperbaiki melalui DAU.
Sementar itu untuk yang saat ini proses pembangunannya sudah berjalan melalui revitalisasi ada sebanyak 5 SD dan 6 SMP baik negeri maupun swasta. “Tahun depan belum ada gambaran berapa yang dari revitalisasi,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: AGung S Pambudi











