SERANG – Dewan Kesenian Banten (DKB) mendesak Pemprov Banten agar segera merealisasikan kawasan eks Pendopo Gubernur menjadi Taman Budaya Banten. Hal ini disampaikan Ketua DKB Chavcay Saefullah, Sabtu (3/9) di sela-sela kegiatan Banten Gaweart 2016 di eks Pendopo Gubernur, Kota Serang.
Chavcay mengatakan, DKB yang menggandeng Baraya TV pada kegiatan Banten Gaweart 2016 tersebut tidak hanya dijadikan sebagai event kesenian semata, yang di dalamnya terdapat kegiatan melukis bersama, pentas musik, lomba melukis, lomba karikatur, dan lain sebagainya. Tetapi juga merupakan doa, harapan, bahkan gugatan seniman se-Banten kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk segera merealisasikan alih fungsi kawasan eks Pendopo Gubernur sebagai Taman Budaya Banten. “Hal yang menjadi penting bagi kami adalah, ini jadi kampanye kita, cara kita yang santun, dengan segala aktivitas kesenian, untuk mengabarkan kepada gubernur atau calon-calon gubernur, untuk memikirkan nasib ruang-ruang publik kebudayaan,” ujarnya.
DKB, kata Chavcay, selalu menamakan gedung eks Pendopo Gubernur sebagai Taman Budaya Banten. Pihaknya ingin agar pemerintah merespons dan DPRD juga diminta untuk bersuara. Selama hampir 15 tahun berdiri Provinsi Banten, lanjut Chavcay, seniman Banten tidak pernah punya tempat budaya dan kesenian.
Chavcay mengklaim bila eks Pendopo Gubernur merupakan tempat paling layak sebagai Taman Budaya Banten, karena lokasinya berada di tengah kota dan sudah ditempati. DKB, lanjut Chavcay, tinggal butuh Pergub untuk mengalihfungsikan kawasan eks Pendopo Gubernur sebagai Taman Budaya Banten. “Jadi kita tidak membangun dari nol. Selain berbicara langsung kepada gubernur, kita kan juga survei, apa benar masyarakat butuh taman budaya? Ternyata memang semuanya sudah mendesak dari arus bawah,” terangnya.
Seniman Banten, tutur Chavcay, punya prestasi dan potensi di bidang seni rupa hanya saja ruangnya yang belum ada. “Kita meminta gedung yang sudah disurvei berkali-kali untuk menjadi galeri seni rupa Banten, yakni bekas rumah dinas gubernur. Karena kita pengen segera melakukan expose binal Banten. Binal itu adalah sebuah peristiwa besar seni rupa, yang menampilkan seni-seni kontemporer,” urai Chavcay.
Ia menjelaskan, sejak tiga bulan terpilih sebagai Ketua DKB, pihaknya sudah menyuarakan soal pembangunan dan pengembangan ruang-ruang publik kebudayaan. “Rekomendasi kita pertama Taman Budaya, Gedung Kesenian Banten kita belum punya, institut kesenian banten kita harus pikirkan, kemudian anugrah kesenian banten, jangan sampai itu dilupakan,” tuturnya.
General Manager Baraya TV, MW Fauzi mengatakan, melalui Banten Gaweart ini pihaknya ingin menjembantani antara seniman dan masyarakat. “Kita dukung apa yang menjadi keinginan para seniman Banten, dan semoga pemerintah merespons,” ujar Fauzi yang juga merupakan Ketua Komite Sinematografi DKB.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Provinsi Banten Opar Sohari mengatakan, realisasi pengalihfungsian kawasan eks Pendopo Gubernur menjadi Taman Budaya Banten akan dilakukan pada 2017. “Tahun depan realisasinya, gubernur juga mendukung. Nanti akan kita bicarakan kembali dengan DKB,” kata Opar saat dihubungi Radar Banten. (Haris/Radar Banten)










