SEBAGIAN orang mungkin membenarkan pernyataan bahwa orang yang kita cintai hari ini, belum tentu menjadi jodoh esok hari. Hal inilah yang tengah dialami Rena (25) nama disamarkan, yang menjalani kisah cinta dengan seorang pria, sebut saja namanya Ical (30). Mereka menjalin hubungan kurang lebih delapan tahun.
Kisah cinta yang terjalin sejak Rena duduk di kelas XI SMA ini memang diakui telah mendapat restu dari keluarga kedua belah pihak. Orangtua Rena maupun Ical sudah saling mengenal satu sama lain, bahkan sempat menyinggung pembicaraan mengenai ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan bagi Rena dan Ical.
Layaknya wanita pada umumnya, Rena memimpikan pernikahan mewah nan megah, hal tersebut ia ceritakan pada Ical. Menjadi ratu sehari dengan dayang-dayang di sekelilingnya yang melayani apapun permintaannya, memasang tenda dan dekorasi pernikahan yang cukup menguras isi dompet, bahkan menuntut Ical agar memberikan mahar dengan nilai cukup fantastis. Itu yang diinginkan Rena.
Tentu saja, Ical sebagai pria yang bertanggung jawab merasa perlu menuruti apapun keinginan sang pujaan hati. Ia pun tak henti-hentinya banting tulang mencari uang kesana-kemari demi terwujudnya pernikahan yang diimpikan Rena. Ical sudah memiliki tabungan untuk rencana pernikahan mereka nantinya, walaupun setelah beberapa bulan belum dapat terpenuhi target modal untuk meminang kekasihnya tersebut.
Namun, entah setan apa yang tengah merasuki tubuh wanita bermata sipit itu. Tiba-tiba ia mendatangi Ical, bukan untuk melanjutkan pembicaraan tentang pernikahan mereka, tetapi untuk memberitahu telah ada laki-laki lain yang bersedia menikahinya dan mewujudkan semua impian Rena tentang pernikahan mewah yang ia impikan. “Waktu itu saya bilang, untuk apa menunggu Ical mengumpulkan modal pernikahan tanpa tahu kejelasan sampai kapan ia sanggup. Lebih baik memilih laki-laki lain yang lebih siap,” curhat Rena membeberkan alasannya.
Betapa terkejutnya Ical setelah mendengar keputusan Rena yang menyakitkan hati tersebut. Bagaimana tidak, selama delapan tahun ia menunggu Rena mulai dari lulus SMA bahkan hingga Rena lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana hukum, la mengumpulkan modal untuk pernikahan yang diimpikan Rena. Namun belum sampai di titik puncak, perjuangan Ical harus terhenti di tengah jalan karena mengetahui Rena memilih lelaki lain yang bahkan Rena pun baru mengenalnya beberapa bulan. Ical mencoba berlapang dada, walaupun hatinya belum sepenuhnya menerima kenyataan sepahit ini.
Hingga tibalah hari di mana pernikahan Rena dan laki-laki pilihannya, Udi (29), nama disamarkan. Udi adalah bos batubara di kampungnya. Tak heran jika Udi memiliki banyak uang sehingga dapat memikat hati Rena yang sangat memimpikan pernikahan megah dan membutuhkan modal tidak sedikit. Bisa dibilang Rena menikah dengan Udi hanya karena harta. Demi harta, ia rela meninggalkan Ical, pria yang menjadi kekasihnya selama delapan tahun.
Setelah beberapa minggu menjalankan pernikahan impian ‘sang putri’, Rena pun akhirnya mendapat kabar bahagia mengandung buah cintanya dengan Udi. Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu, pernikahan mereka diselimuti kebahagiaan tak kunjung henti. Usaha Udi di bidang batubara lancar dan beberapa saat lagi mereka akan dikaruniai seorang putri yang cantik.
Namun mendekati kelahiran sang jabang bayi, usaha batubara milik Udi mengalami penurunan penghasilan. Bahkan aktivitas penggalian batubara tidak seproduktif biasanya. Rena sedikit menyesali hal yang terjadi pada suaminya itu.
Beberapa hari kemudian, tibalah saat di mana Rena melahirkan. Permasalahan dalam keluarganya pun semakin rumit. Pasalnya, ketika perekonomian suaminya sedang menurun, biaya kelahiran putrinya pun tak sanggup dilunasi, hingga akhirnya orangtua Rena yang menanggung semua biaya.
Hal tersebut tentu membuat orangtua Rena memandang sebelah mata Udi yang kini bisa dibilang jatuh miskin. Di sisi lain, saat Rena kembali membuka akun sosial media yang telah lama tidak ia jamah, dirinya sangat terpukul. Melihat postingan Ical, ternyata sudah menikah dan mengumbar kemesraan liburan bulan madunya. Dalam hati, Rena masih menginginkan Ical yang kini menjadi milik orang lain. Rena menyesal atas semua yang terjadi. Kini ia menyadari betul bahwa harta bukanlah segalanya. Tak bisa memberikan kebahagiaan yang kekal. Namun, sesal tak akan menyelesaikan masalah bukan? (Tina-PPL/Radar Banten)











