SERANG – Mulai hari ini, Selasa (13/9) petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) turun ke lapangan secara door to door melaksanakan tugas pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Dari 2.148 PPDP sesuai jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Serang, masing-masing akan melakukan coklit terhadap 800 warga calon pemilih.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengatakan, tahapan coklit oleh PPDP di lapangan akan berlangsung sampai 7 Oktober. PPDP akan mendatangi rumah secara door to door untuk memastikan semua masyarakat terdaftar sebagai pemilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017. Data pemilih sementara, tercatat sebanyak 1.113.656 jiwa dan 30 persen di antaranya pemilih pemula. Abidin memprediksi pemilih pemula bertambah menjadi 40 persen mengingat jumlah SMA mencapai 160 sekolah. “Hari ini, PPDP mulai terjun door to door. Apabila belum terdaftar, maka akan dicatat PPDP sebagai pemilih,” tegas Abidin melalui sambungan telepon seluler, Selasa (13/9).
Selain itu, kata Abidin, PPDP juga diminta mendata warga yang berusia genap 17 tahun pada 15 Februari 2017 atau sudah menikah untuk menjadi calon pemilih. Saat ini, PPDP masih koordinasi dengan RT/RW setempat dan melakukan pemetaan. Abidin pun mengimbau, PPDP bisa melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab di lapangan. “Kami berharap, PPDP bisa melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai hak warga negara untuk memilih tidak tercatat atau terdaftar,” imbaunya.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Serang Abdul Rohman mengaku, sudah meminta pengawas pemilu lapangan (PPL) melakukan pengawasan terhadap kinerja PPDP. Bahkan, Panwaslu mengaku sudah mempunyai dokumen by name by address PPDP untuk mengantisipasi joki (menggunakan jasa orang lain mulai dari keluarga sampai kerabat untuk menggantikan tugas PPDP melakukan coklit di lapangan). “Kalau ada, bisa menjadi temuan dan direkomendasikan untuk segera diganti,” tegasnya. (Nizar S)








