SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mendata kepala keluarga di Kota Serang setengahnya hanya berpendidikan SD. Dari data persentase pekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan dari kabupaten dan kota di Provinsi Banten, Kota Serang menempati angka tertinggi ketiga masyarakat yang berpendidikan SD ke bawah, setelah Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
Kepala Seksi Kependudukan BPS Provinsi Banten, Andri Priyanto mengatakan, walaupun saat ini angka pengangguran di Banten sudah menurun, namun sebenarnya pendidikan Banten terutama di Pandeglang, Lebak dan Kota Serang masih rendah. “Saat ini Lebak menempati persentase pertama yakni 73,03 persen, Pandeglang 61,10 persen dan terakhir Kota Serang 50,62 persen,” katanya saat dihubungi Radar Banten Online, Kamis (29/9).
Saat ini, lanjutnya, umumnya masyarakat ketiga persentase tertinggi tersebut bekerja sebagai wirausaha dan buruh.
“Mayoritas dengan pendidikan yang rendah, mereka banyak yang bekerja bukan sebagai karyawan atau pegawai, melainkan sebagai wirausaha, buruh tidak tetap, buruh tetap, pekerja bebas dan pekerja keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa faktor pendidikan di daerah tergolong rendah dikarenakan kurangnya kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan, rendahnya penerimaan pendapatan perkapita, kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan, serta keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah dalam mengusahakan program pendidikan yang terjangkau masyarakat.
“Saat ini memang secara keseluruhan, Kota Tangerang Selatan masih memegang persentase tertinggi masyarakat yang berpendidikan di atas SLTA. Untuk status penduduk bekerja dan angkatan kerjanya juga masih tinggi,” ungkapnya. (Wirda)









