CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Kota Cilegon Fraksi Gerindra, Faturohmi, menyoroti kenaikan angka pengangguran di Kota Cilegon yang justru terjadi di tengah derasnya arus investasi.
Menurutnya, kondisi ini menjadi anomali yang patut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan kalangan industri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Cilegon per Agustus 2025 mencapai 7,41 persen, naik dari 6,08 persen pada tahun sebelumnya.
Kenaikan sebesar 1,33 persen itu bahkan lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Banten yang minim industri seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Ia menilai, lonjakan TPT Cilegon menjadi hal yang mengherankan, mengingat kota ini dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Provinsi Banten.
“Yang cenderung naik itu biasanya daerah yang tidak ada industrinya seperti Lebak dan Pandeglang, yang heran ko Cilegon ikut naik dan kenikanya sangat tinggi dibandingkan Lebak dan Pandeglang yang bukan Industri?” ujarnya heran.
Faturohmi mencatat, peningkatan TPT di Cilegon sebesar 1,33 persen pada 2025 juga melebihi angka 2023 yang mencapai 7,25 persen.
Politisi Gerindra itu menyebut, kondisi ini harus menjadi evaluasi bersama, terutama bagi Pemerintah Kota Cilegon.
Menurutnya, persoalan pengangguran tidak bisa dilihat sebatas angka statistik, melainkan harus dikaji dari sisi implementasi kebijakan ketenagakerjaan dan hubungan pemerintah dengan dunia industri.
“Ini tentu menjadi evaluasi bagi kita semua, terutama penyelenggara pemerintah daerah. Cilegon sekarang masuk tiga besar peningkatan angka pengangguran di Banten. Harus ada perhatian khusus,” ujar Faturohmi.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah dan pelaku industri.
“Masalah pengangguran tidak semata tanggung jawab pemerintah, tapi pemerintah punya kewajiban meningkatkan komunikasi dengan dunia industri untuk mencari solusi bersama,” katanya.
Faturohmi menambahkan, meningkatnya pengangguran di tengah maraknya investasi harus menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak.
“Kita sayangkan kondisi ini. Ke depan, kami berharap angka pengangguran bisa turun seiring dengan banyaknya industri dan pembangunan di Kota Cilegon,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











