SERANG – Badan Urusan Logistik siap keluarkan voucher bantuan untuk masyarakat miskin di Indonesia. Voucher tersebut rencananya akan direalisasikan di awal tahun 2017 mendatang untuk menggantikan program raskin.
Voucher yang berbentuk kartu tersebut telah diisi dengan nominal uang Rp 110ribu. Yang diwajibkan dipergunakan untuk membeli bahan pokok seperti beras, telur, susu, gula, minyak. Namun saat ini bulog masih mengcover untuk pembelian beras saja.
Kepala Bulog Sub Divre Banten, Sony supriadi mengatakan, program voucher bulog tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Dinas Sosial dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Badan Ketahanan Pangan dan salah satu Bank yakni BNI. “Nanti masyarakat bisa belanjakan dengan mendatangi warung-warung binaan kami seperti warung kube yang merupakan warung binaan Dinsos,” katanya.
Program e-voucher tersebut, lanjutnya, baru akan di uji cobakan di 44 kota seluruh Indonesia. Sedangkan untuk di Banten, baru terdapat di 4 kota yaitu Kota Tangerang, Tangsel, Kota Serang dan Kota Cilegon. Sedangkan untuk tahun 2018, akan di uji coba di seluruh Kabupaten secara Nasional.
“Program ini masih dalam proses pembahasan dan pertimbangan sebagai bahan evaluasi pemberian raskin. Karena selama ini, raskin dinilai tidak tepat sasaran. Maka dari itu bulog meminta data penerima bantuan raskin ini harus update atau diperbarui sesuai dengan yang di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapa lebih efektif untuk menekan angka kemiskinan. Pasalnya selama ini pemberian raskin sering salah sasaran atau tidak tepat kepada yang benar-benar membutuhkan. (Risa)









