slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Featured

42 Siswa SMPN Kramatwatu Terjangkit Creeping Eruption

Aas Arbi by Aas Arbi
18-11-2016 14:43:06
in Featured, Pendidikan
42 Siswa SMPN Kramatwatu Terjangkit Creeping Eruption

Wakil Kepala SMP Negeri 3 Kramatwatu meninjau lokasi outbond di belakang sekolah, diduga di dalam pasir terdapat larva cacing berbahaya, Kamis (17/11).

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

KRAMATWATU – Sebanyak 42 siswa SMPN 3 Kramawatu, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terjangkit penyakit creeping eruption yang ditimbulkan dari larva cacing atau cutanus larva migrans (CLM). Penyakit tersebut menyerang setelah siswa melakukan kegiatan outbond di lingkungan sekolah dan menggunakan pasir, pekan lalu.

Penyakit ini dari jenis ancylostoma brazilians yang bersarang di dalam pasir sisa kotoran hewan. Puluhan siswa sudah ditangani Puskesmas Kramatwatu dan langsung diberikan obat albendazole dengan pola pengobatan symptomatic.

Baca Juga :

Kebanyakan Makan Sate dan Gulai Saat Iduladha? Ini Makanan Penetralisir Kolesterol yang Disarankan Ahli

Ada Benjolan di Area Perut atau Selangkangan, Itu Pertanda Hernia

Cuaca Panas Ekstrem Jadi Pemicu Hipertermia pada Tubuh

667 Warga Pandeglang Derita Campak, Mayoritas Pasien Harus Dirawat

Menurut Wakil Kepala SMPN 3 Kramatwatu Agung Supriyanto, wabah penyakit yang ditularkan dari cacing tersebut kemungkinan besar karena pasir yang dipakai di tempat outbond bercampur sisa kotoran. Outbond dilaksanakan oleh Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 3 Kramatwatu yang dikuti oleh 45 siswa kelas VII.

Namun, dari seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, ada 42 siswa yang terkontaminasi serangan cacing ancylostoma brazilians. “Kegiatan itu sebetulnya sebagai bentuk intermezo dari pembina PMR agar para siswa yang ikut merasa ada hiburan juga. Baru kali ini ada kejadian luar biasa,” kata Agung kepada Radar Banten di sekolah, Kamis (17/11).

Menurutnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten langsung membantu pengobatan siswa yang terjangkit penyakit yang disebut cacing impor tersebut. “Bahkan katanya dari Kementerian Kesehatan juga akan langsung datang memantau ke sekolah ini,” kata Agung.

Kata Agung, penyakit tersebut menyerang lantaran panitia tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu media yang akan dijadikan sebagai sarana outbond. Setelah outbond, siswa merasakan bentol-bentol dan ada juga yang tidak langsung. “Ini peringatan kepada kami agar ke depan bisa berhati-hati lagi dalam melaksanakan kegiatan. Alhamdulillah sekarang para siswa sudah mulai aktif belajar kembali di sekolah,” ucapnya.

Menurutnya, para siswa hanya dilakukan perawatan jalan, tidak diopname di puskesmas atau rumah sakit. “Hanya berobat jalan saja dan diberikan resep oleh dokter ahli spesialis dari puskesmas dan rumah sakit. Biaya pengobatan semua siswa itu ditanggung sekolah,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, kata Agung, banyak orangtua siswa yang melakukan protes kepada pihak sekolah. Namun, setelah dijelaskan, semua saling memahami. “Karena ini adalah musibah dan bukan unsur yang disengaja oleh pihak sekolah. Kita akan berhati-hati dalam menjaga pola hidup sehat dan bersih di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Derliana Kartika Sari, dokter fungsional Puskesmas Kramatwatu yang menangani para siswa yang terjangkit, mengatakan, penyakit berasal dari larva cacing jenis ancylostoma brazilians yang biasanya bersarang pada sampah atau kotaran hewan di dalam pasir dan tanah.

“Cacing itu menempel pada kulit siswa yang bermain di pasir yang terindikasi ada sisa kotoran hewan di dalamnya. Sehingga kulit siswa dari mulai kedua tangan, kedua kaki, dan sebagian perut jadi gatal-gatal dan berwarna merah,” jelasnya.

Gejala pertama yang dialami penderita adalah gatal dan menimbulkan bentolan kecil. “Bentolan membentuk seperti cacing yang sedang berjalan. Penyakit seperti ini dipastikan tidak akan masuk ke dalam organ tubuh manusia, hanya pada kulit saja.
Ia memastikan, penyakit tersebut bisa disembuhkan. Dengan penanganan medis dan pemberian obat yang adaptif dan tepat, penyakit itu segera hilang,” ujarnya.

Menurut Surveilans dan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2BB) Puskesmas Kramatwatu, Fio Marini, di Kecamatan Kramatwatu pernah terjadi serangan penyakit ini. “Namun, tidak sebanyak yang dilalami oleh SMPN 3 Karamatwatu. Alhamdulillah dengan pertolongan medis yang tepat, langsung tertangani dengan baik. Ke depan, kita harus terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar terhindar dari terkontaminasi penyakit yang sama,” ujarnya. (SHOGIR/Radar Banten)

Tags: Kesehatan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Korpri Go Digital Lewat Toko Online

Next Post

817 Ribu Pemilih Belum Punya KTP Elektronik, Plt Gubernur Mengadu ke Mendagri

Related Posts

Tips and Tricks

Kebanyakan Makan Sate dan Gulai Saat Iduladha? Ini Makanan Penetralisir Kolesterol yang Disarankan Ahli

by Yusuf Permana
Kamis, 28 Mei 2026 13:18

RADARBANTEN.CO.ID – Hari Raya Iduladha sudah berlalu, tapi belum selesai sepenuhnya. Sebab, usai hari raya aneka olahan daging kurban seperti...

Read moreDetails

Ada Benjolan di Area Perut atau Selangkangan, Itu Pertanda Hernia

Cuaca Panas Ekstrem Jadi Pemicu Hipertermia pada Tubuh

667 Warga Pandeglang Derita Campak, Mayoritas Pasien Harus Dirawat

Campak Penyakit Infeksi yang Perlu Diwaspadai, Khususnya pada Anak-anak

Jangan Remehkan Dehidrasi, Sejumlah Fungsi Organ Vital ini Dapat Terganggu

Ikan Asin Enak tapi Tinggi Garam, Ini Tips Aman Mengonsumsinya

DPRD Lebak Dorong Dinkes Optimalkan Vaksinasi, Cegah Campak

Pola Makan Berubah, Risiko Penyakit Meningkat Usai Lebaran

Waspada! Penyakit Jantung Masih Menjadi Penyebab Masalah Kesehatan di Indonesia

Next Post
817 Ribu Pemilih Belum Punya KTP Elektronik, Plt Gubernur Mengadu ke Mendagri

817 Ribu Pemilih Belum Punya KTP Elektronik, Plt Gubernur Mengadu ke Mendagri

Penggemar ‘Lonceng Cinta’ Membeludak di Mall of Serang

Penggemar 'Lonceng Cinta' Membeludak di Mall of Serang

Mendagri Singgung Masalah Area Rawan Korupsi di Banten

Mendagri Singgung Masalah Area Rawan Korupsi di Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 18:48

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

Rabu, 3 Juni 2026 18:19

Disperindag dan Krakatau Steel Kunjungi PT Alnoirda Putra Baja, Dorong Hilirisasi Industri UMKM di Cilegon

Rabu, 3 Juni 2026 18:18

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Gelar Penguatan Posbakum di 12 Desa dan 2 Kelurahan

Rabu, 3 Juni 2026 18:16

Kepala Kantah Tangsel Larang Keras Pungutan Liar dalam Pelayanan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 18:15

DPRD Banten Mulai Bahas Perda Anti Bullying

Rabu, 3 Juni 2026 18:14

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 18:48

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

Rabu, 3 Juni 2026 18:19

Disperindag dan Krakatau Steel Kunjungi PT Alnoirda Putra Baja, Dorong Hilirisasi Industri UMKM di Cilegon

Rabu, 3 Juni 2026 18:18

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Gelar Penguatan Posbakum di 12 Desa dan 2 Kelurahan

Rabu, 3 Juni 2026 18:16

Kepala Kantah Tangsel Larang Keras Pungutan Liar dalam Pelayanan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 18:15

DPRD Banten Mulai Bahas Perda Anti Bullying

Rabu, 3 Juni 2026 18:14

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 3 Juni 2026 18:48

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Serang akan segera melauching layanan digital untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. Nantinya ada aplikasi...

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

by Nurandi
Rabu, 3 Juni 2026 18:19

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aplikasi transportasi online dan ekosistem digital karya anak bangsa, JAM Street, terus memperkuat eksistensinya di Provinsi Banten....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak