SERANG – Pembangunan 12 Projek Nasional di Provinsi Banten terkendala pembebasan lahan. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten, Nata Irawan seusai rapat monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pengadaan tanah bagi kepentingan umum di pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (28/11).
Nata Irawan mengatakan kendala pembebasan lahan tersebut terdiri dari tanah wakaf dan tanah makam yang sampai saat ini masih menjadi laporan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional.
“Ada catatannya saya tidak hafal dimana-mana sajanya. Intinya tanah wakaf yang saat ini masih menjadi konsen teman-teman dari BPN. Tugas kami akan mengkoordinasikan ke daerah yang terkena pembebasan lahan. Dan sampai saat ini pembebasan lahan tersebut saya rasa masih cukup bagus,” ujarnya.
Nata melajutkan, dengan terhambatnya pembebasan lahan tersebut, sampai saat ini 12 proyek nasional tersebut masih belum dapat ditargetkan bisa selesai di tahun 2017. “Kalau untuk target saya belum terima laporan, tapi kalau dilakukan pembiaran rapat koordinasinya akan menjadi sebuah hambatan. Kan seharusnya teman-teman Provinsi Banten ini menyambut baik apa yang sudah menjadi konsen pemerintah pusat apalagi Presiden khususkan yang jalur kereta ke arah airport, pembebasan lahan cinere, serpong memang dipisah-pisah per Kabupaten/Kota beda-beda,” ujarnya.
Sementara itu, menurutnya dari ke 12 proyek tersebut yang akan dikebut pembangunan nya yakni proyek pengembangan Bandara Soetta. “Selain proyek yang di Agkasa Pura, yang menjadi catatan kita yaitu pembangunan tol Serang-Panimbang. Kita harus lakukan rapat secara terus-menerus secara periodik sehingga berkesinambungan dan hasilnya terlihat,” katanya.
Untuk diketahui, pemerintah pusat telah mencanangkan 12 proyek pembangunan di Banten, proyek tersebut diantaranya pembangunan Tol Serang-Panimbang, Tol Kunciran-Serpong, Tol Serang-Cinere, dan Tol Serpong-Balaraja. Kemudian, proyek kereta api ekspres Seokarno Hatta-Sudirman, Bandara Banten Selatan Panimbang, dan pengembangan Bandara Soetta, pembangunan terminal elpiji Banten kapasitas satu juta ton per tahun, energi asal sampah kota-kota besar di Tangerang, Waduk Karian, KEK Tanjung Lesung, serta percepatan infrastruktur transportasi, listik, air bersih untuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSN) Tanjung Lesung. (Wirda)








