slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Wacana Publik

Perspektif Rhenald Kasali: Job on Demand

Aas Arbi by Aas Arbi
15-12-2016 06:52:35
in Wacana Publik
Perspektif Rhenald Kasali: Job on Demand

Rhenald Kasali

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Anda mungkin sudah terbiasa mendengar kata video on demand. Itu sudah ada sekitar lebih dari 20 tahun dan berakibat matinya usaha penyewaan video. Masih ingat kan dulu kita membawa pulang tape-nya, menyetel VCD di rumah? Kini semua serbadigital. Ada pada line kabel Anda, bisa langsung tiba sampai ke rumah tanpa perantara.

Tetapi, kini menyangkut pekerjaan. Ya, pekerjaan masa depan anak-anak kita yang mulai berubah. Kadang lucu juga. Mereka yang sudah punya pekerjaan enak dengan gaji bagus di bank justru ingin berhenti. Mereka ini yang sekarang banyak membuat CEO perbankan pusing. Masalahnya, mereka ini anak-anak hebat, kader masa depan. Sewaktu digali, jawabannya hampir sama semua: ingin membuat start-up.

Baca Juga :

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali : Festival Kuwung

Perspektif Rhenald Kasali: Agile Banking

Sementara itu, di antara mereka yang sudah menjadi pengusaha start-up, justru banyak yang sedang keletihan dan iri dengan teman-temannya yang bekerja di perusahaan mapan. Padahal, mereka kelihatannya bahagia sekali menjalankan start-up-nya. Sewaktu digali lagi, mereka bilang, ”Ternyata menjalankan start-up tidak ada duitnya.”

Lucu juga ya. Yang mapan dan dapat uang merasa kurang bahagia. Yang bahagia tak punya uang. Maka jadilah pertukaran. Saya menyebutnya sebagai pertukaran uang dengan kebahagiaan, yang kalau bisa disandingkan betapa indahnya. Tapi, bukankah kebahagiaan itu kita yang perjuangkan? Mana ada yang dijemput begitu saja?

Sekolah-Sekolah Baru

Sekolah anak-anak muda di dunia ini tengah berubah. Kala kita masih terbiasa menyekolahkan anak-anak kita ke berbagai fakultas seperti kita dulu, justru banyak anak muda yang sudah mengeksplorasi bidang-bidang baru.

Pengajarnya juga bukan dosen-dosen tetap seperti yang beberapa tahun belakangan diwajibkan pemerintah. Melainkan dosen-dosen yang praktik riil dalam kehidupan. Mereka mengedepankan ”bisa”, bukan ”tahu”. Hasil, bukan nilai. Ini berbeda dengan sistem pendidikan kita yang banyak mengedepankan tahunya, bukan bisa.

Maka jangan heran jika yang diperdebatkan di media sosial di sini cuma adu pengetahuan, debat omong kosong. Yang bekerja dianggap bodoh, sedangkan yang berwacana saja mereka anggap hebat. Jadi wajar bila di kampus-kampus baru dunia itu, banyak yang pengajarnya bukan ”ilmuwan kertas”. Melainkan para praktisi pemegang lisensi, ambassador produk, atau pelaku yang sudah punya reputasi dalam bidangnya. Mereka yang punya karya, bukan punya ”tahu”.

Mereka juga bisa menjadi guru besar di kampusnya. Padahal belum tentu punya teori. Maklum, di negara-negara industri, yang mengangkat guru besar itu kampus itu sendiri, bukan negara. Juga ada peer review seperti anak yang ingin menjadi guru besar di sini, tetapi peer-nya bukan seperti dosen. Melainkan ”jumlah eksemplar” buku yang dia tulis yang laku di pasar, berapa banyak dan seberapa bagus resensi yang ditulis tokoh-tokoh terhadap karya mereka.

Tidak ada ”campus politics” atau like and dislike seperti yang dikeluhkan para calon guru besar yang sering diganjal kolega-koleganya di sini. Kadang lucu juga, di sini banyak ilmuwan yang mencemooh teori orang lain. Tapi, sesungguhnya mereka juga tak punya teori sendiri, apalagi karya yang baik dan diterima masyarakat. Kampus baru yang sedang terbentuk itu diisi banyak orang yang aktual, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bukan yang semata menghasilkan pemikir.

Pekerjaan pun Berubah

Shane Cragun dan Kate Sweetman (2016) baru saja merilis bukunya tentang efek berantai disruption. Dua konsultan HR (human resource) itu mendalami berakhirnya era perantara. Peradaban tersebut membentuk kegiatan serbalangsung. Anda memasuki era fee agent.

Dan, akibatnya, kontrak-kontrak sosial antara perusahaan dan lulusan-lulusan baru itu akan berbeda dengan yang biasa dilakukan generasi sebelumnya saat bekerja. Kontrak sosial antara perusahaan dan karyawan yang ”bisa” tadi (bukan yang sekadar ”tahu”) tak lagi didasarkan pada jangka waktu tahunan, apalagi seumur hidup.

”Bila dulu perusahaan menawarkan permanent job, kini job on demand,” ujarnya. Ini tentu berbeda dengan karyawan pabrik yang harus ada di sekitar mesin dan memupuk keahlian. Mungkin ini soal pekerjaan yang dibutuhkan sewaktu-waktu, tapi perusahaan yang membutuhkan cukup banyak.

Pekerjaan ”on demand” ini sebagian sudah berkembang sejak 20 tahun lalu, tetapi makin marak lima tahun belakangan. Mereka tak hanya bekerja di satu kota, tetapi juga melayani klien di kota yang berbeda-beda. Belakangan ini, misalnya, kita saksikan semakin jarang lulusan fakultas psikologi yang bekerja sebagai pegawai HR (SDM: sumber daya manusia). Mereka mengklaim diri sebagai petugas asongan yang memberikan layanan melakukan testing calon pegawai. Agak mirip dengan tenaga-tenaga lepas pembuat film dan iklan video/televisi yang lebih senang bekerja lepas ketimbang menjadi pegawai.

Masalahnya, sudah siapkah lembaga-lembaga pendidikan melakukan pekerja-pekerja on demand ini? Sudah siapkah negara meremajakan aturan-aturan tentang standar pendidikan? Sudah siapkah orang tua menerima realitas baru itu? Bagi saya, kaum muda harus bisa berubah dari sekadar ”tahu” menjadi ”bisa” mewujudkan gagasannya. Soal pekerjaan, orang ini kelak bisa hidup di mana saja. (*)

 

Tags: perspektif rhenald kasali
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jaman: Pemprov Banten Harus Geratiskan Sekolah

Next Post

Nusa Dua Fiesta 2016 Catat Rekor Wisatawan Terbanyak

Related Posts

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company
Featured

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company

by Aas Arbi
Sabtu, 12 Agustus 2017 06:31

MERINDING kita mendengar kabar bahwa perusahaan legendaris Nyonya Meneer dipailitkan kreditornya minggu lalu. Dengan begitu, pengelolaan pabriknya kini berada di...

Read moreDetails

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali : Festival Kuwung

Perspektif Rhenald Kasali: Agile Banking

Prespektif Rhenald Kasali: Trump dan Kecemasan (Berlebihan) Kita

Perspektif Rhenald Kasali: Inilah ”Guru” Orang-Orang Besar

Perspektif Rhenald Kasali: Menjadi Kepala Daerah atau CEO?

Perspektif Rhenald Kasali: Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali: Kita Butuh Deregulasi, Bukan Regulasi

Next Post
Menpar Arief Yahya Buka Nusa Dua Fiesta 2016 di Peninsula

Nusa Dua Fiesta 2016 Catat Rekor Wisatawan Terbanyak

Bali, Destinasi Favorit serta Penyumbang Devisa Terbesar

Telkomsel Pastikan Jaringan Saat Natal dan Tahun Baru Tetap Oke

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 18:48

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

Rabu, 3 Juni 2026 18:19

Disperindag dan Krakatau Steel Kunjungi PT Alnoirda Putra Baja, Dorong Hilirisasi Industri UMKM di Cilegon

Rabu, 3 Juni 2026 18:18

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Gelar Penguatan Posbakum di 12 Desa dan 2 Kelurahan

Rabu, 3 Juni 2026 18:16

Kepala Kantah Tangsel Larang Keras Pungutan Liar dalam Pelayanan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 18:15

DPRD Banten Mulai Bahas Perda Anti Bullying

Rabu, 3 Juni 2026 18:14

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 18:48

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

Rabu, 3 Juni 2026 18:19

Disperindag dan Krakatau Steel Kunjungi PT Alnoirda Putra Baja, Dorong Hilirisasi Industri UMKM di Cilegon

Rabu, 3 Juni 2026 18:18

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Gelar Penguatan Posbakum di 12 Desa dan 2 Kelurahan

Rabu, 3 Juni 2026 18:16

Kepala Kantah Tangsel Larang Keras Pungutan Liar dalam Pelayanan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 18:15

DPRD Banten Mulai Bahas Perda Anti Bullying

Rabu, 3 Juni 2026 18:14

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 3 Juni 2026 18:48

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Serang akan segera melauching layanan digital untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. Nantinya ada aplikasi...

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

by Nurandi
Rabu, 3 Juni 2026 18:19

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aplikasi transportasi online dan ekosistem digital karya anak bangsa, JAM Street, terus memperkuat eksistensinya di Provinsi Banten....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak