slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Wacana Publik

Perspektif Rhenald Kasali : Festival Kuwung

Aas Arbi by Aas Arbi
10-02-2017 21:54:57
in Wacana Publik
Perspektif Rhenald Kasali : Festival Kuwung

Rhenald Kasali

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Akhir 2016 saya diundang ke Banyuwangi oleh Abdullah Azwar Anas, bupati yang gesit, cerdas, dan tak ada lelahnya. Saya diajak menyaksikan Festival Kuwung Banyuwangi yang digelar di pendapa kabupaten.

Festival Kuwung atau Pelangi menampilkan adat istiadat dan kesenian berbagai ragam etnis yang ada di Banyuwangi. Mulai kesenian Hindu Bali, suku Osing, etnis Tionghoa, Madura, Mandar, Mataraman, hingga kesenian-kesenian yang datang dari berbagai daerah di Indonesia lainnya.

Baca Juga :

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali: Agile Banking

Perspektif Rhenald Kasali: Job on Demand

Untuk memasarkan Banyuwangi, Anas mengaku menciptakan 53 festival setahun. Malam itu saya dan para undangan sangat menikmatinya. Menyaksikan aneka kebudayaan dan seni pertunjukan asli Banyuwangi yang indah.

Jadi, setiap minggu praktis ada festival yang membuat wisatawan selalu ingin datang. Kini di setiap desa anak-anak dan kaum muda aktif berlatih seni pertunjukan.Belum lagi para aparatur sipil negara yang tak henti-hentinya melakukan studi banding. Maklum, Banyuwangi adalah contoh penerapan disruptive government yang tangkas.

Kini rata-rata turis membelanjakan Rp 2 juta per hari per orang. Sehingga secara total sektor pariwisata Banyuwangi mampu menyumbang devisa senilai lebih dari Rp 50 miliar per tahun.

Bahkan, beberapa event dibuat aktivis-aktivis olahraga dunia. Misalnya balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen, yang melewati alam pedesaan Maron, Kecamatan Genteng, Benculuk, lalu ke Sumber Buluh dan Rogojampi. Selain pesertanya dari mancanegara, banyak lembaga dunia yang ikut berpartisipasi dan menjadi sponsor.

Bupati membisiki saya bahwa mereka praktis tak keluar uang banyak. Bahkan bisa mendatangkan rezeki untuk masyarakat. Ini berbeda dengan Tour de Flores yang baru dimulai dan harus menghabiskan puluhan miliar rupiah uang pemerintah daerah serta sponsor lokal.

Terlalu banyak yang bisa dilihat di Banyuwangi. Ini tentu berbeda dengan Danau Toba yang masih ”disusui” pemerintah pusat. Presiden berkali-kali datang ke Danau Toba untuk membuka daerah itu, memimpin Festival Danau Toba agar kembali menjadi tujuan wisata. Padahal, di area sekitar Danau Toba terdapat delapan kabupaten dengan adat dan atraksi budaya yang sangat beragam. Hanya, pada tahap ini, masih terlalu sedikit event yang bisa ”dijual” Danau Toba. Juga belum terlalu solid para bupati bekerja sama.

Festival marketing atau pemasaran wisata melalui festival, kalau dikelola dengan baik, dapat menjadi motor pemacu pariwisata. Tentu tak perlu seminggu sekali. Satu saja event besar yang mendunia bisa mendatangkan turis tiada henti selama setahun. Sebut saja Darjeeling Tea Festival di Pegunungan Himalaya, Kala Ghoda Arts Festival (Mumbai), Onam Festival (Kerala, India), Pushkar Mela (Rajasthan), Octoberfest (Muenchen, Jerman), Rio Carnival (Brasil), Melbourne Comedy, New York Fashion Week, Glastonbury (Inggris), Mardi Gras (New Orleans, AS), Cosplay (Kanto, Jepang), dan banyak lagi.

Di Rio bahkan festival yang mendunia itu bisa mendatangkan 2 juta turis. Tapi, jangan salah, festival pertama di kota pantai itu sudah digelar sejak 1723. Dan, karena pengunjungnya banyak, tarif hotel serta restoran menjadi sangat mahal.

Disruptive Government

Namun, tentu saja tak ada yang salah kalaupun kita memulai perubahan dengan strategi international intensive festival. Festival yang berulang-ulang bisa melatih semua pihak, ya artis-artis lokal, pemerintah desa, masyarakat, sampai pemerintah kabupaten. Dalam hal apa? Ini tentu bukan sekadar semi pertunjukan, tapi membangun kapasitas birokrasi dalam merespons.

Jangan lupa, kita hidup dalam era disruption. Perubahan yang dipicu teknologi digital membuat manusia mampu berkolaborasi sehingga membuat marginal cost rendah, tarif pelancongan lebih terjangkau, dan segmen baru yang selama ini terabaikan kini masuk sebagai pasar.

Muncul business model baru yang membuat incumbents menjadi irrelevant, menjadi obsolete. Dunia pariwisata dituntut mengeksplorasi cara-cara baru. Dan untuk itu kita membutuhkan disruptive government.

Saya ceritakan sedikit kepada Anda soal Banyuwangi yang sudah lebih dulu mengadopsi disruptive government dengan digitalisasi pelayanan. Hal ini agar Anda mudah memahami dan apa hubungannya dengan disruptive marketing. Banyuwangi sudah menjadi salah satu kabupaten paling terintegrasi di dunia maya. Dalam SKPD-nya saja, 61 badan, 24 kecamatan, 28 kelurahan, dan 188 desa sudah terintegrasi sistem informasinya.

Rapat-rapat pemkab bisa diadakan melalui grup WhatsApp. Beberapa program pun tercatat sebagai salah satu pionir di Indonesia seperti SIM perizinan, SMS gateway, LPPD, serta e-filling dan budgeting. Ada juga program Smart Kampung yang menghubungkan desa-desa dengan internet. Ini tentang bagaimana membuka akses dari masyarakat desa pada dunia yang luas.

Pertanyaannya, apakah hal itu sudah dilakukan para bupati lain yang tengah memasarkan pariwisata? Harap diingat, ekonomi pariwisata itu banyak pekerjaan rumahnya. Mulai fasilitas umum, informasi, kesehatan, pangan, kebersihan, petunjuk jalan, sampai urusan transportasi dan keamanan. Tanpa smart government yang baik, sulit rasanya mengintegrasikan dan menjamin masa depannya. Festival yang didorong dari atas saja tidak cukup.

Maksud saya, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan, juga untuk menjaga agar para pelancong mau ikut memublikasikan destinasi wisata yang dikunjunginya, dibutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, akses internet yang kuat, dan pemerintahan yang gesit.

Disruptive Bureaucracy

Akhirnya, kita butuh birokrasi yang tangkas, transparan, dan direct. Di Pendapa Kabupaten Banyuwangi saya disuguhi sebuah ruang pelayanan, lengkap dengan beberapa layar komputer. Di situ saya bisa dengan mudah mengunduh informasi tentang potensi lokal dan program.

Bupati Anas menggunakan teknologi digital dan event yang akrab dengan rakyat untuk membentuk budaya birokrasi baru. Event yang padat itu mampu melancarkan myelin dalam birokrasi, mendorong partisipasi ekonomi rakyat, serta sekaligus membentuk engagement antara pemkab dan rakyatnya. Kalau sudah berjalan lancar begini, tentu saja pemerintah pusat tidak perlu terlalu sering hadir.

Ruangannya dibuat seperti VIP lounge bandara. Yang dilengkapi kopi, snack lokal, dan tentu saja wifi plus sofa. Kalau sudah terbuka dan nyaman seperti itu, pemerintah bisa tidur nyenyak karena sistem tersebut bekerja 24 jam. Memang betul, disruptive marketing tak bisa lepas dari disruptive bureaucracy, dan disruptive bureaucracy menuntut cara berpikir baru: disruptive mindset. (*)

@Rhenald_Kasali

Tags: perspektif rhenald kasali
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Survei Persepsi Publik soal Habib Rizieq, Ini Hasilnya

Next Post

Radar Banten Online Ulang Tahun Keempat

Related Posts

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company
Featured

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company

by Aas Arbi
Sabtu, 12 Agustus 2017 06:31

MERINDING kita mendengar kabar bahwa perusahaan legendaris Nyonya Meneer dipailitkan kreditornya minggu lalu. Dengan begitu, pengelolaan pabriknya kini berada di...

Read moreDetails

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali: Agile Banking

Perspektif Rhenald Kasali: Job on Demand

Prespektif Rhenald Kasali: Trump dan Kecemasan (Berlebihan) Kita

Perspektif Rhenald Kasali: Inilah ”Guru” Orang-Orang Besar

Perspektif Rhenald Kasali: Menjadi Kepala Daerah atau CEO?

Perspektif Rhenald Kasali: Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali: Kita Butuh Deregulasi, Bukan Regulasi

Next Post
Radar Banten Online Ulang Tahun Keempat

Radar Banten Online Ulang Tahun Keempat

Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Istigasah di Alun-alun Barat

Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Istigasah di Alun-alun Barat

Asyik, AirAsia X Siap Buka Rute ke Hawaii

Asyik, AirAsia X Siap Buka Rute ke Hawaii

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 18:48

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

Rabu, 3 Juni 2026 18:19

Disperindag dan Krakatau Steel Kunjungi PT Alnoirda Putra Baja, Dorong Hilirisasi Industri UMKM di Cilegon

Rabu, 3 Juni 2026 18:18

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Gelar Penguatan Posbakum di 12 Desa dan 2 Kelurahan

Rabu, 3 Juni 2026 18:16

Kepala Kantah Tangsel Larang Keras Pungutan Liar dalam Pelayanan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 18:15

DPRD Banten Mulai Bahas Perda Anti Bullying

Rabu, 3 Juni 2026 18:14

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 18:48

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

Rabu, 3 Juni 2026 18:19

Disperindag dan Krakatau Steel Kunjungi PT Alnoirda Putra Baja, Dorong Hilirisasi Industri UMKM di Cilegon

Rabu, 3 Juni 2026 18:18

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Gelar Penguatan Posbakum di 12 Desa dan 2 Kelurahan

Rabu, 3 Juni 2026 18:16

Kepala Kantah Tangsel Larang Keras Pungutan Liar dalam Pelayanan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 18:15

DPRD Banten Mulai Bahas Perda Anti Bullying

Rabu, 3 Juni 2026 18:14

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 3 Juni 2026 18:48

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Serang akan segera melauching layanan digital untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. Nantinya ada aplikasi...

JAM Street Perkuat Ekspansi di Banten, Gandeng Driver dan UMKM Lokal

by Nurandi
Rabu, 3 Juni 2026 18:19

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aplikasi transportasi online dan ekosistem digital karya anak bangsa, JAM Street, terus memperkuat eksistensinya di Provinsi Banten....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak