slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Featured

Perspektif Rhenald Kasali: Inilah ”Guru” Orang-Orang Besar

Aas Arbi by Aas Arbi
09-10-2016 09:52:22
in Featured, Umum
Perspektif Rhenald Kasali: Inilah ”Guru” Orang-Orang Besar
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Saya suka bertanya, siapakah ”guru” yang membentuk Gandhi, Martin Luther King, Lincoln, atau bapak bedah jantung dr Blalock? Juga siapakah ”guru” yang membentuk Albert Einstein, Soekarno, Panglima Besar Jenderal Soedirman, atau pengusaha-pengusaha besar kita?

Kita mungkin berpikir mereka pastilah orang-orang hebat. Tetapi, setiap kali menggalinya, saya kecewa. Mereka ternyata bukanlah guru yang kita kenal. Cara Delevingne mencatat, guru hebat itu ada di alam semesta ini yang memberikan pelajaran tentang hidup. Katanya, ”I always feel that life can teach you how to act. I’m always looking at life through other people’s eyes. By feeling empathy. And I do feel that I am constantly learning.”

Ini tentu menjadi pertanyaan serius bagi yang sedang membesarkan anak dan gemar membelikan kursus ini dan itu kepada anak-anaknya, namun lupa mengekspos mereka pada alam. Apalagi, para genius sendiri mengakui, kehebatan hanya bisa dihasilkan melalui kerja keras (99 persen adalah keringat, kata Thomas Alva Edison) dan ini diamini Einstein.

Baca Juga :

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali : Festival Kuwung

Perspektif Rhenald Kasali: Agile Banking

Lantas Siapa?

Masalahnya, orang-orang pintar itu ternyata bukan melulu jagoan sekolah dan gurunya ternyata ada di sekitar anak-anak itu sendiri. Bahkan, ilmuwan hebat yang jagoan sekolah pun ternyata punya ”guru” lain.

Untuk mendapatkan jawaban itu, saya pun membuka buku sejarah dan biografi orang-orang besar. Juga berkunjung ke sejumlah museum yang didedikasikan tokoh-tokoh. Berikut adalah kisahnya.

Di usia kanak-kanak, dalam era diskriminasi rasial, Martin Luther King kecil pernah dicampakkan orang tua temannya yang tak menghendaki anaknya bermain dengan anak kulit hitam ini. Itulah pelajaran yang Tuhan berikan agar King memperjuangkan hak kaum sipil.

Siapa ”teman bicara” dan tempat dia menangisi ketidakadilan dunia itu? Dia tentu orang terdekat yang bisa diajak bicara. Kadang dan sering kali tak lain adalah ibu atau ayah sendiri kalau mereka ada di dekat mereka. Adalah ibunda yang menemani King menghadapi masa-masa kecil yang penuh ketidakadilan itu.

Kisah mereka itu tak berbeda jauh dengan Gandhi atau Nelson Mandela. Di Indonesia, seharusnya kita juga memiliki cerita-cerita yang sama dari para pembaharu. Saya ajak Anda ke museum T.B. Silalahi di tepi Danau Toba. Museum tersebut saya kunjungi di sela-sela pesta adat Danau Toba beberapa waktu lalu. Saya tentu ingin mendatangi museum mendiang Jenderal M. Yusuf di Makassar atau museum mendiang Frans Seda di Flores. Sayang, museum itu tidak atau belum saya temui.

Dari museum Jenderal T.B. Silalahi, misalnya, kita bisa membaca bagaimana alam di masa kecil membentuk kepribadian sang jenderal. Setelah ditinggal mati ayahnya pada usia 5 tahun, alam yang berat mengasah kepribadian dan kemampuan ”melihat” atau ”membaca”, seperti yang diperintahkan agama. Ya ”membaca alam beserta segala isi dan hubungan-hubungannya”.

Setelah ditinggal mati ayahnya, T.B. Silalahi harus membantu ibu berdagang sambil menggembala ternak. Dalam kondisi yang amat sulit, dia justru bisa meraih Adhi Makayasa selama menempuh pendidikan di Akademi Militer. Pada babak-babak selanjutnya, dia bisa menyumbangkan pemikiran-pemikiran besar bagi Indonesia.

Seperti kata Swami Vivekananda, ”You have to grow from the inside out. None can teach you, none can make you. There is no other teacher but your own soul.” Maka, selain ada yang menjadi ahli karena bidang yang ditekuni di masa sekolah, banyak yang bisa menjadi apa saja dengan belajar dari alam. Ini menjadi penting dalam era entrepreneurship dewasa ini.

Membentuk Pengusaha

Dari Balige, saya ke Medan menemukan museum lainnya. Bukan tentang pahlawan atau panglima perang, melainkan pelaku ekonomi. Di sini saya berkunjung ke museum milik keluarga Sukanto Tanoto. Saya tidak hanya melihat sejarah perusahaan, tapi juga keuletan juang. Apalagi saat mengetahui masa kecil yang pahit, yang membuat Sukanto harus menjadi pegawai pompa bensin sambil menggendong adiknya.

Dia bukanlah pengusaha terkaya, melainkan pengusaha pelopor. Misalnya dalam PIR Trans yang melibatkan para transmigran sejak 1980-an. Bahkan, ketika bangsa ini komplain bahwa konglomerat kita ”hanya jagoan kandang”, Sukanto pun merintis usaha menjadi pemain global. Namun, begitu muncul sebagai pemain global dan punya industri di mancanegara, dia dituduh lawan-lawannya sebagai sosok yang tidak nasionalis.

Meski tak tamat SMA, sebagai pengusaha Sukanto mampu mempekerjakan PhD lintas kebangsaan. Untuk mengejar ketertinggalan itu, dia mengambil kursus-kursus singkat pada kampus utama dunia. Karena itulah, dia dipercaya menjadi board of overseers di Wharton School. Istrinya menjadi anggota wali amanah di sebuah perguruan tinggi negeri di sini.

Hal serupa saya temui pada seorang pengusaha nasional yang berkiprah dalam bisnis panas bumi. Cerita ini saya dapatkan dari teman kuliahnya di Berkeley yang menjadi kampus para teknokrat Indonesia. Namanya Supramu Santosa. Sewaktu berjumpa, saya kembali diceritai bagaimana dia bisa menjadi pengusaha dan bagaimana dia bisa kuliah di Berkeley. Ternyata, jalurnya berbeda dengan rata-rata jalur yang ditempuh anak-anak kita yang niat sekolah. Supramu pergi ke Berkeley tanpa persiapan dan ketika datang ke Berkeley pun ditolak, bahkan salah kampus pula.

Tetapi, di situlah letak sekolah orang hebat. Tak mengenal kata menyerah. Beberapa lama kemudian dia balik lagi dan sekolah beneran di Berkeley. Padahal, dia tak mempunyai jalur akademik seperti yang lainnya.

Negeri Praktik
Lain kali saya ingin membahas kisah kewirausahaan keluarga Tahija yang bulan lalu mengundang saya ke learning center-nya di Belitung. Setelah membaca biografi Julius Tahija, saya pun menemukan benang merah serupa. Hal yang sama saya temui pada hampir semua anak muda yang setiap tahun saya temui di Rumah Perubahan meramaikan diskusi kami tentang pola pikir kewirausahaan. Hampir semuanya mengatakan hal yang sama: setiap tindakan itu menimbulkan energi yang bisa memberikan kebaikan.

Deepak Chopra mengatakan, ”guru” baik yang berada di alam semesta itu memiliki keteraturan yang dia sebut sebagai the seven spiritual laws of success. Alam yang baik itu bergantung pada tujuh hal yang berasal dari kita: kejernihan pikiran, pemberian yang kita lakukan, hubungan yang harmonis, sebab-akibat (karma), niat utama dan tuntutan diri, pembebasan dari segala urusan masa lalu, serta darma (keinginan menghasilkan karya yang terbaik).

Begitulah pepatah mengatakan, alam terkembang menjadi guru. Kita bisa berguru pada segala yang ada di alam. Jangan kita isolasi anak-anak kita dari alam beserta segala isinya yang kadang baik dan kadang menakutkan ini. (*)

Tags: perspektif rhenald kasali
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tak Kunjung Diangkat Jadi ASN, Honorer K1 Banten Akan Demo Presiden

Next Post

Festival Bahari Kepri 2016 Bakal Jadi Ambassadors Tour

Related Posts

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company
Featured

Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company

by Aas Arbi
Sabtu, 12 Agustus 2017 06:31

MERINDING kita mendengar kabar bahwa perusahaan legendaris Nyonya Meneer dipailitkan kreditornya minggu lalu. Dengan begitu, pengelolaan pabriknya kini berada di...

Read moreDetails

Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali : Festival Kuwung

Perspektif Rhenald Kasali: Agile Banking

Perspektif Rhenald Kasali: Job on Demand

Prespektif Rhenald Kasali: Trump dan Kecemasan (Berlebihan) Kita

Perspektif Rhenald Kasali: Menjadi Kepala Daerah atau CEO?

Perspektif Rhenald Kasali: Kalau Mau Anak Hebat, Orang Tua Harus Berubah!

Perspektif Rhenald Kasali: Kita Butuh Deregulasi, Bukan Regulasi

Next Post
Festival Bahari Kepri 2016 Bakal Jadi Ambassadors Tour

Festival Bahari Kepri 2016 Bakal Jadi Ambassadors Tour

Nahloh! Banten Akan Bentuk Pergub Hukuman untuk SKPD

Gubernur Rano Sudah Ajukan Cuti Kampanye ke Kemendagri

Pemprov Banten Ajak Masyarakat Sukseskan Pospenas

Pemprov Banten Ajak Masyarakat Sukseskan Pospenas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Wali Kota Serang Tinjau Pengecoran Jalan Program CSR, Ajak Pelaku Usaha Bangun Kota

Wali Kota Serang Tinjau Pengecoran Jalan Program CSR, Ajak Pelaku Usaha Bangun Kota

Senin, 27 Juli 2026 19:12
Lantik 29 Pejabat, Sekda Kota Serang Ingatkan Pelanggaran Disiplin

Lantik 29 Pejabat, Sekda Kota Serang Ingatkan Pelanggaran Disiplin

Senin, 27 Juli 2026 19:06
Lewat Manajemen Talenta, Pemkot Serang Lantik 29 Pejabat ASN

Lewat Manajemen Talenta, Pemkot Serang Lantik 29 Pejabat ASN

Senin, 27 Juli 2026 19:01
Pegawai Pemkab Tangerang Diduga Masih Nongkrong di Kafe Saat Jam Kerja, BKPSDM Bakal Menindak

Pegawai Pemkab Tangerang Diduga Masih Nongkrong di Kafe Saat Jam Kerja, BKPSDM Bakal Menindak

Senin, 27 Juli 2026 18:39
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Senin, 27 Juli 2026 18:37
Musim Kemarau di Banten Tahun Ini Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Puncaknya pada Agustus

Musim Kemarau di Banten Tahun Ini Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Puncaknya pada Agustus

Senin, 27 Juli 2026 18:36
Wali Kota Serang Tinjau Pengecoran Jalan Program CSR, Ajak Pelaku Usaha Bangun Kota

Wali Kota Serang Tinjau Pengecoran Jalan Program CSR, Ajak Pelaku Usaha Bangun Kota

Senin, 27 Juli 2026 19:12
Lantik 29 Pejabat, Sekda Kota Serang Ingatkan Pelanggaran Disiplin

Lantik 29 Pejabat, Sekda Kota Serang Ingatkan Pelanggaran Disiplin

Senin, 27 Juli 2026 19:06
Lewat Manajemen Talenta, Pemkot Serang Lantik 29 Pejabat ASN

Lewat Manajemen Talenta, Pemkot Serang Lantik 29 Pejabat ASN

Senin, 27 Juli 2026 19:01
Pegawai Pemkab Tangerang Diduga Masih Nongkrong di Kafe Saat Jam Kerja, BKPSDM Bakal Menindak

Pegawai Pemkab Tangerang Diduga Masih Nongkrong di Kafe Saat Jam Kerja, BKPSDM Bakal Menindak

Senin, 27 Juli 2026 18:39
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Senin, 27 Juli 2026 18:37
Musim Kemarau di Banten Tahun Ini Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Puncaknya pada Agustus

Musim Kemarau di Banten Tahun Ini Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Puncaknya pada Agustus

Senin, 27 Juli 2026 18:36

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Wali Kota Serang Tinjau Pengecoran Jalan Program CSR, Ajak Pelaku Usaha Bangun Kota

Wali Kota Serang Tinjau Pengecoran Jalan Program CSR, Ajak Pelaku Usaha Bangun Kota

by Nurandi
Senin, 27 Juli 2026 19:12

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID– Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung kegiatan pengecoran jalan yang dilaksanakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)...

Lantik 29 Pejabat, Sekda Kota Serang Ingatkan Pelanggaran Disiplin

Lantik 29 Pejabat, Sekda Kota Serang Ingatkan Pelanggaran Disiplin

by Nahrul Muhilmi
Senin, 27 Juli 2026 19:06

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar menjaga etika, disiplin, dan profesionalisme dalam...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak