slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Umum

Love Story: Diam-diam, Ternyata Punya Dendam

Redaksi by Redaksi
07-01-2017 11:35:12
in Umum
Love Story

Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

LIMA belas tahun sudah Otong (40) dan Uneh (34), keduanya nama samaran, membangun bahtera berumah tangga. Mereka pun sudah dikaruniai tiga anak, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Namun, ada yang tidak biasa pada kehidupan mereka, terutama Otong sang suami yang tiba-tiba menjadi sosok yang pendiam.

Kondisi demikian sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Lantaran itu, Otong tidak terlalu akrab dengan anak-anaknya. Terlebih Uneh, sang istri.

Baca Juga :

Love Story: Memilih Calon Suami Bikin Galau

Love Story: Tak Setia Mata tapi Setia Hati

Love Story: Kebanyakan Masa Bodoh, Suaminya Selingkuh Deh

Love Story: Tak Percaya tapi Selingkuh Juga

“Iya, tadinya suami enggak pendiam. Apalagi, dia (suami-red) tergabung sama anak band. Dia begitu sejak kita punya anak satu,” keluh Uneh, warga Pandeglang.

Uneh pun sempat dibuat bingung dengan sikap Otong. Apalagi, sejak Otong jadi orang yang pendiam, suaminya juga mulai jadi orang yang pemalas. Sudah jarang bantu istri beres-beres di rumah. Padahal, dulunya sangat rajin membantu istri mencuci, menyapu halaman, sampai mengepel lantai. Bahkan, Otong dikenal paling aktif setiap ada kegiatan gotong royong di lingkungan warga. Sekarang, disuruh pun, Otong kerap ogah-ogahan.

“Pokoknya, sikap suami berubah 180 derajat deh. Bikin jengkel,” ketusnya. Sabar Teh.

Belum lagi, keluarga Uneh kini dihadapkan dengan kehidupan rumah tangga yang serba kekurangan. Diperparah dengan banyaknya potongan koperasi dari penghasilannya setiap bulan, sedangkan Otong hanya bekerja sebagai buruh pabrik.Tapi situasi itu tak pernah dihiraukan Otong. Makanya, di rumah Uneh sering uring-uringan.

Bagaimana tidak, dengan kondisi serba kekurangan dan makan seadanya, kadang keluarganya terpaksa harus berpuasa, Otong justru selalu terlihat tenang-tenang saja. Otong tak punya inisiatif untuk menambah pendapatannya demi mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Terutama, demi anak-anaknya.

“Kalau hanya saya yang di rumah sih no problem. Tapi, ini kan ada anak-anak yang tidak bisa menahan lapar di rumah,” kesalnya.

Beruntung Uneh masih punya orangtua yang masih bisa diharapkan, meskipun terkadang suka memperkeruh suasana rumah tangga. Kedua orangtua Uneh, sejak melihat adanya perubahan pada Otong, selalu mendesak agar Uneh bercerai. Namun, yang menjadi pertimbangan Uneh untuk mempertahankan Otong, karena suaminya itu merupakan pilihan kedua orangtuanya.

Dulu, Uneh dipaksa-paksa untuk menikahi Otong karena orangtuanya tidak setuju dengan pilihan Uneh yang tipe lelakinya agak bergajulan. Sementara 16 tahun silam, Otong yang tadinya hanya sebatas teman dengan Uneh, selalu menunjukkan karakter pribadi yang baik dan berwibawa di hadapan mertua. Terus mendapat desakan orangtua, Uneh pun akhirnya luluh dan mau dinikahkan dengan Otong setelah lulus SMA.

“Saya terima Mas Otong takut kualat. Jadi, alasan saya itu mempertahankan Mas Otong karena kesal juga sama orangtua. Nah, pas tahu suami begitu, orangtua saya justru yang kesal. Biarkan saja, Mas otong kan pilihan mereka,” terangnya. Ish jangan begitu Teh, enggak baik sama orangtua, kualat loh!

Uneh pas awal pernikahan sih larut juga dalam kebahagiaan. Jelas saja, Otong orangnya lumayan ganteng dan anak satu-satunya. Dipikir Uneh, Otong sudah pasti bakal menjadi pewaris satu-satunya dalam keluarga. Pertimbangan lain, Uneh tahu kalau Otong juga berasal dari keluarga cukup mampu. Yaelah, ternyata matrealistis juga. Meskipun, Otong pada saat menikahi Uneh belum mendapat pekerjaan tetap. Otong baru bekerja serabutan yang hanya mencukupi jajannya sehari-hari.

Setelah menikah, untuk mencukupi kehidupan keluarga, daripada menganggur Otong pun difasilitasi pekerjaan oleh orangtua Uneh sebagai buruh pabrik, menggantikan mertua yang memasuki fase pensiun.

“Yang kasih kerjaan Mas Otong, ya orangtua saya yang dapat jatah gantinya. Lumayan, daripada menganggur. Tetapi, gaji di pabrik enggak cukup. Soalnya, banyak pengeluaran. Makanya, sering pinjam ke koperasi. Jadi, potongannya juga banyak,” ungkapnya.

Menyadari hal itu, Uneh pun meminta Otong untuk mencari uang tambahan. Namun, Otong tak pernah mengindahkan permintaannya. Entah apa yang merasuki Otong sehingga ia tak pernah lagi peduli terhadap keluarga di rumah.

Uneh pun mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap suaminya, Otong. Ternyata, dari cerita rekan-rekan dekat Otong, kalau sikap dia berubah dipicu dendam lama terhadap Uneh. Dendam karena pernah diselingkuhi Uneh di saat Otong merasa cinta mati. Yang bikin sakit hati, Uneh menyelingkuhinya setelah menikah dan memiliki anak satu.

“Tapi, saya waktu itu sudah minta maaf dan suami juga memaafkan. Enggak tahu kalau masalah itu bisa berbuntut dendam. Waktu itu, enggak sengaja ketemu mantan yang ajak balikan. Namanya rasa saya masih labil sama Mas Otong dan yakin kalau suami enggak akan marah, makanya dijalani,” ungkapnya. Ow ow ow,. Oh itu toh ternyata alasannya.

Persoalannya, Otong tak pernah membahas lagi setelah kejadian tersebut. Disinggung oleh Uneh pun, alasan dia memperlakukan keluarga tak seperti dulu, tak pernah dijawab. Otong lebih memilih diam. Setelah mengetahui hal itu, Uneh pun mulai mengajak Otong berkomunikasi dan mengklarifikasi masalah tersebut.

Lagi-lagi, Uneh meminta maaf kepada Otong untuk kali kedua. Tapi, pengakuan Otong bahwa masalahnya bukan itu. Otong berkilah, kalau dia sedang banyak pikiran saja.

“Ya alasan suami enggak masuk akal lah. Masa, banyak pikiran sampai puluhan tahun,” ucapnya. “Sekarang masih saling diam. Biarkan saja, toh saya sudah berusaha meminta maaf dan sudah lupa juga,” tambahnya.

Yang pasti saat ini, Uneh dibuat kesal oleh Otong yang cara berpikirnya tidak dewasa. Uneh ingin, Otong boleh dendam sama dia tapi jangan sampai anak jadi korban. Dua anaknya, kini harus menunggak bayaran di sekolah sampai berbulan-bulan. Belum lagi untuk makan sehari-hari juga kesusahan meski sudah diberikan tempat tinggal oleh mertua hasil dari warisan.

“Sekarang saya jalani saja, walaupun harus diam-diaman. Sekarang saya yang cari tambahan. Ikut dagang di pasar diajak teman,” tandasnya.

Yang sabar ya Teh. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Teteh juga harus belajar dari kesalahan. Inget, kalau punya sifat dendam itu tidak baik. (Nizar S/Radar Banten)

Tags: Love Story Januari
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Hindari Golput Melalui Pemilihan Ketua RW di Cikepuh

Next Post

Sepanjang 2016, 37 TKA Ilegal Dipulangkan

Related Posts

Love Story
Berita Utama

Love Story: Memilih Calon Suami Bikin Galau

by Redaksi
Selasa, 31 Januari 2017 10:33

MENDEKATI hari pernikahan yang tinggal seminggu lagi, Noni (25), bukan nama sebenarnya, dibikin gamang. Masalahnya, perempuan berkulit putih dan berwajah...

Read moreDetails

Love Story: Tak Setia Mata tapi Setia Hati

Love Story: Kebanyakan Masa Bodoh, Suaminya Selingkuh Deh

Love Story: Tak Percaya tapi Selingkuh Juga

Love Story: Banyak Warisan, Sedikit-sedikit Ngancam

Love Story: Istri Main Sendiri, Curiga Diselingkuhi

Love Story: Istriku Sayang, Istriku Garang

Love Story: Untung Enggak jadi Rujuk

Love Story: Salah Satu Kali, Cemberutnya Acap Kali

Love Story: Biar Banyak Utang, yang Penting Gaya

Next Post
Sepanjang 2016, 37 TKA Ilegal Dipulangkan

Sepanjang 2016, 37 TKA Ilegal Dipulangkan

Ratusan Rumah di Bojonegara Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Bojonegara Terendam Banjir

Rano-Embay Sisir Pantura Rebut Suara

Rano-Embay Sisir Pantura Rebut Suara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Bupati Hasbi Buka O2SN Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Lebak

Bupati Hasbi Buka O2SN Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Lebak

Senin, 18 Mei 2026 20:04

Pemkab Serang Segera Berlakukan Manajemen Talenta

Senin, 18 Mei 2026 18:06

Bakor PKC Sebut Lebak Selatan Kaya Alam, Cilangkahan Bisa Jadi Kabupaten Mandiri

Senin, 18 Mei 2026 18:02

Dinkes Kabupaten Serang Beri Pembinaan Petugas Kesehatan untuk Petakan Sarpras dan Alkes

Senin, 18 Mei 2026 17:40

Bakor PKC Klaim Kabupaten Cilangkahan Sudah Penuhi Seluruh Syarat Pemekaran

Senin, 18 Mei 2026 17:39

Setmilpres RI Verifikasi Polda Banten atas Keberhasilan Pengamanan Mudik dan Inovasi Sosial

Senin, 18 Mei 2026 17:38
Bupati Hasbi Buka O2SN Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Lebak

Bupati Hasbi Buka O2SN Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Lebak

Senin, 18 Mei 2026 20:04

Pemkab Serang Segera Berlakukan Manajemen Talenta

Senin, 18 Mei 2026 18:06

Bakor PKC Sebut Lebak Selatan Kaya Alam, Cilangkahan Bisa Jadi Kabupaten Mandiri

Senin, 18 Mei 2026 18:02

Dinkes Kabupaten Serang Beri Pembinaan Petugas Kesehatan untuk Petakan Sarpras dan Alkes

Senin, 18 Mei 2026 17:40

Bakor PKC Klaim Kabupaten Cilangkahan Sudah Penuhi Seluruh Syarat Pemekaran

Senin, 18 Mei 2026 17:39

Setmilpres RI Verifikasi Polda Banten atas Keberhasilan Pengamanan Mudik dan Inovasi Sosial

Senin, 18 Mei 2026 17:38

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Bupati Hasbi Buka O2SN Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Lebak

Bupati Hasbi Buka O2SN Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Lebak

by Nurabidin
Senin, 18 Mei 2026 20:04

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Bupati Lebak Hasbi Jayabaya resmi membuka kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP tingkat...

Pemkab Serang Segera Berlakukan Manajemen Talenta

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 18 Mei 2026 18:06

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan segera memberlakukan manajemen talenta dalam proses pengelolaan sumber daya pegawai. Penerapan sistem...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak