SERANG – Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang saat ini tengah berupaya agar pembangunan Bandara Banten Selatan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang bisa terealisasi.
Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan menjelaskan, proses pembangunan bandara yang rencananya dibangun di atas lahan seluas 600 hektar tersebut terkendala karena keluarnya surat Kementerian Perhubungan yang berisi penundaan pembangunan salah satu proyek nasional tersebut.
“Kaitannya lahan, kemarin Bu Bupati (Irna Narulita), beliau menghadap ke Kementerian Kehutanan, dibuka peluang juga untuk malanjutkan pembangunan. Tapi surat Kementerian Perhubungan itu harus dikomunikasikan karena isi surat Kementeriannya ditunda,” ujar Nata kepada awak media, Kamis (2/3).
Menurut Nata, saat ini upaya komunikasi tersebut tengah dilakukan oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita. Rencananya, Pemprov Banten pun akan mengundang Bupati Pandeglang serta Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perhubungan untuk membahas persoalan tersebut secara bersama.
“Saya bilang ke Bupati, Bu kita harus duduk bersama lalu kita undang Kementerian Kehutanan dan Kemenhub dan meninjau ke lapangan. Sebagian lahan kan hutan, kita tanya ke Kementerian Kehutanan apakah dapat izin atau tidak,” paparnya.
Duduk bersama dan meninjau lokasi bersama dua kementerian tersebut, menurut Nata, rencananya akan dilakukan setelah Bupati Irna pulang dari ibadah umroh.
Untuk diketahui, tahun lalu, Bandara Banten Selatan masuk ke dalam salah satu proyek nasional di Banten. Pembangunan bandara tersebut untuk menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Selain bandara, rencananya akan dibangun jalan tol menuju daerah tersebut.
Pembangunan bandara sendiri diperkirakan menyedot dana sekitar Rp850 miliar. (Bayu)










