SERANG – Sebanyak 120 kontraktor daftar lelang proyek pembangunan RSUD Kota Serang di Kampung Serut, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya senilai Rp 43,4 miliar. Pendaftaran lelang dibuka 7-16 Maret 2017.
“Penawaran kami tutup sore ini (Kamis-red),” ujar Kepala Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa BLPBJ Kota Serang Nofriady Eka Putra, Kamis (16/3).
Ia mengatakan, perusahaan yang memasukkan penawaran baru dapat dirilis pokja pengadaan barang dan jasa setelah masa evaluasi. Untuk ditetapkan sebagai pemenang lelang, kontraktor harus dapat memenuhi syarat administrasi yang diajukan Pemkot Serang. Syaratnya antara lain mengantongi izin usaha, surat izin usaha jasa konstruksi, surat badan usaha, melunasi kewajiban pajak tahun terakhir, dan memiliki nomor pokok wajib pajak. Selain itu, penawaran yang terendah menjadi salah satu pertimbangan untuk menjadi pemenang. Nantinya, kata dia, BLPBJ yang akan mengusulkan pemenang kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) pada 24 Maret.
Seperti diketahui, proyek pembangunan RSUD Kota Serang ini ada di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang. Nantinya, PPK yang akan menetapkan pemenang pada akhir Maret mendatang.
Nofri menambahkan, apabila sudah ditetapkan pemenang, pada 6 April nanti kontrak pekerjaan senilai Rp43,4 miliar itu dapat dilakukan. Setelah itu, pekerjaan pembangunan bisa langsung dimulai.
Pria pencinta motor ini juga mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan proyek yang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Serang ini akan memakan waktu selama delapan bulan. Apabila pada lelang pertama ini terjadi kegagalan, pihaknya akan menyerahkan kepada PPK apakah akan dilelang ulang atau dihentikan. “Kalau lelang ulang yang diperkirakan akan memakan waktu kurang dari satu bulan, masih keburu untuk pembangunan fisik,” terangnya.
Kepala Dinkes Kota Serang Toyalis mengatakan, lahan yang disiapkan untuk RSUD berada di Kampung Serut, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, seluas 14.700 meter persegi. Namun, dari luas lahan itu, hanya 70 persennya yang digunakan untuk pembangunan fisik. “Tapi untuk tahap pertama ini, sekira 40 persen yang akan dibangun,” urainya.
Ia mengatakan, selain untuk pembangunan fisik, anggaran senilai Rp43,4 miliar itu juga untuk pekerjaan menguruk lahan yang memakan anggaran sekira Rp3 miliar lebih. Pembangunan fisik yang akan dilakukan tahun ini, antara lain gedung poliklinik, rawat inap, dapur, tempat laundry, listrik, hingga instalasi pembuangan air limbah.
Toyalis berharap, pelaksanaan pembangunan RSUD itu dapat dilakukan secepatnya. Dengan begitu, diperkirakan pada November pembangunan fisik sudah rampung.
Sementara terkait alat kesehatan, ia mengaku, baru akan membelanjakan pada APBD Perubahan sebesar Rp4,9 miliar. Alat kesehatan itu sengaja dibelanjakan melalui e-catalog pada APBD perubahan nanti mengingat saat ini tidak ada tempat untuk menyimpannya. (Rostina/Radar Banten)











