SERANG – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2017 melakukan sambungan gratis pada 8.000 rumah masyarakat tidak mampu yang tersebar di Provinsi Banten. Hal tersebut dinyatakan General Manager (GM) PT PLN Distribusi Banten Syofvi Felienty usai acara sosialisasi kebijakan pelayanan di bidang ketenagalistrikan yang digelar di ball room Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Selasa (21/3).
Syofvi mengatakan, 8.000 sambungan gratis akan dilakukan oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), pemkab, pemkot di 2017 ini. “Jadi prinsipnya orang-orang yang tidak mampu dan terdaftar di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Dari total tersebut, keseluruhan sebagian besar ada di Kabupaten Pandeglang dan Lebak karena tergolong tertinggal,” katanya.
Lebih lanjut Syofvi mengatakan, bantuan yang diberikan berupa infrastruktur dan Dinas ESDM atau pemkab dan pemkot yang mengeluarkan biaya penyambungan aliran listrik. “Bantuannya sebanyak 450 volt amper. Kami optimistis karena 2015 cukup banyak melistriki melalui program lisdes,” ujarnya.
“Kalau memang ada pungli, laporkan kepada kami. Kami butuh bantuan semua pihak untuk memonitor ini di lapangan,” sambung Syofvi.
Selanjutnya, kata Syofvi, hingga 2020 pihaknya menargetkan pembangunan 20 gardu induk, termasuk transmisi. Pada 2015 rasio elektrifikasi (RE) telah mencapai 94,78 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 88,5 persen. Kendati sudah tinggi, tetapi distribusi RE belum merata. “Kami sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat dan pemda sehingga bisa merealisasikan pembangunan ini sesuai dengan jadwal yang sudah diusulkan ke Menteri ESDM,” katanya.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi yang lebih fokus pada pembicaraan formulasi ideal subsidi listrik mengatakan, subsidi listrik harus terfokus pada golongan miskin energi, menggunakan sistem kuota, hanya layak diberikan kepada komoditas energi baru terbarukan, energi bersih, dan subsidi diberikan untuk sektor kegiatan ekonomi produktif. “Pemerintah dan PLN harus menjamin bahwa potret pelayanannya lebih bagus. Aspek kompensasi pada konsumen harus ditingkatkan, baik indikator, presentasi, dan jumlah kompensasi,” katanya.
Kepala Divisi Operasi Regional Jawa Bagian Barat Nyoman S Astawa mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan transformasi dalam layanan PLN dengan menggunakan aplikasi terpusat sehingga tercipta layanan akses tanpa batas. “Informasi, transaksi, dan pengaduan sudah terintegrasi dalam aplikasi,” katanya.
Terkait dengan tarif subsidi rumah tangga kecil, tegangan rendah yaitu daya 450 VA dan 900 VA tarif disubsidi oleh pemerintah ini disesuaikan sehingga subsidi tepat sasaran. Selain itu, penetapan konsumen yang berhak untuk mendapat tarif tersebut ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan mengenai pemberian tarif tenaga listrik untuk rumah tangga. (Fauzan D/Radar Banten)










