PAMARAYAN – SDN Bugel yang berlokasi di Desa Pasirlimus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, mendesak untuk segera direnovasi. Karena, sekolah tersebut dalam kondisi memprihatinkan dan sudah lama tidak mendapatkan penanganan.
Pantauan Radar Banten, sekolah dasar yang berada jauh dari keramaian ini dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa ruang kelas dalam kondisi rusak parah. Bahkan, ruangan kelas beralaskan debu dengan atap kelas yang banyak bolong.
Seorang guru SDN Bugel Encep Nurjaya mengatakan, dari jumlah enam ruang kelas, tiga di antaranya dalam keadaan rusak parah. “Pernah direhab ringan 2005,” katanya saat diwawancarai usai melakukan pertemuan dengan komite sekolah, UPTD Pendidikan Pamarayan, dan Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Banten, Senin (20/3).
Ia mengatakan, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Bahkan, keselamatan siswa pun terancam karena kondisi atap yang sudah rapuh. “Sekolah ini berdiri sejak tahun 1982,” ujarnya.
Menurut Encep, rehabilitasi ruang kelas sangat diperlukan karena untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pihaknya telah mengajukan perbaikan kepada pemerintah, tetapi hingga saat ini belum ada bantuan perbaikan. “Kami mohon untuk segera diperbaiki,” ucapnya.
Pengurus Pattiro Banten Ahmad Subhan mengatakan, rehabilitasi SDN Bugel sebenarnya sudah masuk dalam anggaran 2016. Namun, hingga kini belum mendapatkan perbaikan. “Anggarannya sekira Rp300 juta,” katanya.
Menurut Subhan, kondisi ruang kelas di SDN Bugel mendesak renovasi karena dikhawatirkan para siswa terjangkit penyakit yang tidak diinginkan. “Di dalam kelas banyak debunya, khawatir terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),” ujarnya.
Padahal, kata Subhan, SDN Bugel termasuk salah satu sekolah yang memiliki prestasi. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya juara yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. “Pernah juara OSN tingkat kabupaten juga,” jelasnya.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan 10 sekolah dasar di Kabupaten Serang. “Kami akan terus mengawal agar sekolah-sekolah tersebut dapat segera diperbaiki,” tuturnya.
Informasi yang ia terima dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Pamarayan, ruang kelas yang rusak akan segera dibangun pada tahun ini. “Katanya sudah masuk musrenbang kecamatan, semoga nanti bisa masuk ke musrenbang kabupaten,” terangnya. (Rozak/Radar Banten)










