SERANG – Provinsi Banten dipercaya menjadi salah satu venue dalam ajang Asian Games 2018. Dalam ajang pesta olahraga musim panas Asia ini, tanah jawara mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah pendukung bersama Lampung dan Jawa Barat.
Tuan rumah utama event olahraga regional Asia yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2018 – 2 September 2018 ini yaitu Jakarta dan Palembang. Ajang ini rencananya akan mempertandingkan 41 cabang olahraga.
Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Deden Apriandhi membenarkan hal tersebut. Menurut Deden, untuk Banten, Asian Games akan diselenggarakan di Serpong, Kota Tangerang Selatan. Namun sayangnya hingga hari ini Deden mengaku belum mengetahui berapa jumlah dan cabang olahraga apa yang akan dipertandingkan di Banten.
“Kan yang mempersiapkan pusat, sampai sekarang kita belum dapat informasi cabang apa saja, tapi kalau untuk tempat disana (Serpong),” ujar Deden kepada awak media, Jumat (24/3).
Informasi terakhir, menurut Deden, akan ada 14 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Banten. Beberapa olahraga tersebut diantaranya, voli, bulu tangkis, gulat, tinju, silat, dan beberapa cabang lainnya. Namun hal tersebut belum disahkan melalui keputusan kepres.
“Jadi hingga hari ini kita menunggu, cabang olahraga apa saja,” katanya.
Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun dari situs wikipedia, tahun 2018 mendatang merupaka kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah pertandingan Asian Games, setelah Asian Games 1962, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Asian Games, dua kota akan menjadi tuan rumah Olimpiade. Jakarta sebagai ibu kota negara, dan Palembang sebagai ibukota provinsi Sumatra Selatan.
Seperti dijelaskan diatas bahwa terdapat tiga tuan rumah pendukung yang tujuannya berencana untuk mendukung event Asian Games 2018 yang dimana membantu tuan rumah utama membantu menyediakan venue olahraga.
Indonesia telah disetujui sebagai tuan rumah Asian Games XVIII oleh Olympic Council of Asia dewan eksekutif pada 19 September 2014. Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga terbesar di benua Asia ini, akan menjadi tuan rumah pada tahun 2018 yang seharusnya di rencanakan pada tahun 2019, hal ini untuk menghindari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada tahun tersebut. (Bayu)










