WARINGINKURUNG – Jalan Kramatwatu-Waringinkurung, antara Desa Sukadalem-Desa Waringinkurung di Kecamatan Waringinkurung, dikeluhkan masyarakat. Ruas jalan kabupaten sepanjang dua kilometer itu hancur. Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) didesak untuk segera membetonnya, seperti ruas Jalan Kramatwatu-Waringinkurung di wilayah Kecamatan Kramatwatu.
Kondisi jalan yang begitu kontras dapat ditemui di Jalan Kramatwatu-Waringinkurung. Pantauan Radar Banten, Minggu (9/4) sekira pukul 10.00 WIB, permukaan jalan beton yang cukup mulus hanya dapat dirasakan di ruas jalan antara Desa Kramatwatu dengan Desa Lebakwana di Kecamatan Kramatwatu. Panjangnya, sekira empat kilometer.
Sementara, jalan sepanjang dua kilometer, dari Desa Sukadalem sampai Desa Waringinkurung, hancur. Ruas Jalan Kramatwatu-Waringinkurung di Kecamatan Waringinkurung ini rusak parah. Lubang dengan beragam diameter dan kedalaman memenuhi jalanani. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya batu dan kerikil, terutama di perlintasan Desa Sukabares.
Jalan Kramatwatu-Waringinkurung akan semakin membahayakan penggunanya, terutama pengendara sepeda motor, ketika air hujan menggenangi lubang-lubang. Jalanan bertambah licin karena air hujan bercampur tanah. Diperoleh informasi jika telah banyak pengendara sepeda motor yang jatuh ketika melintasi ruas jalan kabupaten ini.
Kerusakan Jalan Kramatwatu-Waringinkurung ini membuat seorang warga bernama Ahmad kesal. Soalnya, Pemkab Serang belum terlihat akan memperbaikinya.
“Kebanyakan, motor yang terpeleset dan tergelincir sampai jatuh, apalagi kalau hujan, banyak yang kejebak (terperosok-red) lubang jalan yang ketutup air,” tukasnya.
Ahmad menyatakan, Jalan Kramatwatu-Waringinkurung sepanjang dua kilometer itu tidak dapat dilalui mobil jenis sedan. Tak jarang, pengemudi sedan yang nekat memaksa melintasinya, terhenti di tengah jalan. Bagian bawah mobilnya mentok batu.
Kerusakan jalan yang semakin parah itu telah menghambat aktivitas warga di empat desa. Yakni, Desa Sukadalem, Sukabares, Sambilawang, dan Waringinkurung.
“Jalan harus cepat diperbaiki, jangan nunggu ada korban lagi. Pernah ada tamu dari Jakarta, mobilnya sampai enggak bisa maju-mundur sebelum akhirnya dibantu oleh warga, ngangkat mobil,” jelas Ahmad.
Senada disampaikan Sawardi. Kerusakan jalan sepanjang dua kilometer itu sudah membuat warga setempat panik dan khawatir. Padahal, Jalan Kramatwatu-Waringinkurung menjadi salah satu jalur alternatif akses ke Kota Cilegon.
“Dari anggota Dewan juga sudah berapa kali ninjau jalan. Saya berharap, pemerintah segera membangun jalan. Informasinya sih tahun ini dibangun, tapi belum ada tanda-tanda,” ujar warga Desa Sukadalem tersebut.
Kasi Perencanaan Teknis Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Serang Yadi Priyadi menyatakan, perbaikan Jalan Kramatwatu-Waringinkurung sudah masuk perencanaan tahun ini. Pelelangan tender tahap kedua proyek tersebut segera dibuka. Anggarannya dari bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Banten.
“Panjangnya sekitar empat kilometer. Targetnya, Mei sudah bisa dilelangkan dengan pembangunan jalan betonisasi,” jelas Yadi melalui sambungan telepon seluler. Dia mengaku tidak bisa menyebutkan nilai anggaran proyek tersebut. “Datanya di kantor,” pungkasnya. (Nizar S/Radar Banten)











