SERANG – Realisasi penyerapan anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017 pada triwulan I rendah bahkan jauh dari target yang ditetapkan.
Bahkan Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan, Sekda Banten Ranta Soeharta, dan data di Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Setda Banten berbeda.
Penjabat Gubernur Banten, Nata Irawan mengungkapkan, realisasi APBD pada triwulan I ini baru mencapai 13 persen.
“Belum capai target, kita baru nyampe 13 persen. Tapi memang pelaksanaan APBD mundur sekitar 2 bulan. Kami sudah ingatkan agar lebih giat lagi, memacu kinerja. Sehingga serapan di akhir bisa maksimal,” ujar Nata, Selasa (18/4).
Menurut Nata, kendati tidak mencapai target, rendahnya serapan anggaran tersebut masih wajar, sebab penetapan APBD di Kemendagri pada 2017 sempat terlambat.
“Menurut saya ini masih dalam batas toleransi. Wktu itu juga kan karena penempatan personel, kemudian OPD baru. Mudah-mudahan ini kan ada yang proses SP2D, kalau seminggu ini dikejar serapan lebih tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Sekda Banten Ranta Soeharta menjelaskan, serapa APBD Januari hingga Maret tahun ini hanya 20 persen dari pagu Rp 10,349 triliun. Capaian tersebut lebih rendah dibanding tahun 2016 yang realisasinya mencapai 33-35 persen.
“Sebenarnya sudah cukup bagus, tetapi memang di bawah tahun kemarin, triwulan I 2016 itu 33 sampai 35 persen. Ya itu tadi karena ada OPD baru kan, strukturalnya baru, kemudian perubahan kasda ke Bank Banten,” ujar Ranta.
Selain itu, APBD Banten juga baru disahkan Mendagri pada 11 Januari 2017.
“Kalau tahun kemarin kan kondisinya normal, kalau tahun ini Desember disahkan mendagri. Tahun ini kan, 11 Januari pengesahan dari kemendagri, diproses sebentar dan bersamaan dengan pengukuhan OPD. Dan itu praktis di minggu ketiga Februari (APBD) baru jalan, artinya kalau dihitung baru 2 bulan ini,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, data Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) realisasi keuangan triwulan I-2017 hanya mencapai 9,93 persen atau Rp 1,027 triliun dari pagu Rp 10,349 triliun. Capaian ini masih belum mencapai target Rp 2,297 triliun di triwulan I. Sedangkan realisasi fisik sebesar 14,98 persen dari 21,33 persen. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)








