TINGGINYA tingkat konsumsi daging di bulan Ramadan membuat pemerintah mengambil antisipasi sejak dini. Mereka berencana kembali melakukan impor daging beku, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, populasi sapi dalam negeri sudah sejak lama sangat drastis penurunannya.
“Impor daging ini dilakukan supaya sapi yang produktif itu tidak dipotong dulu, makin dipotong makin habis kita sapinya,” kata Enggartiasto Lukita di Pasar Kosambi, Bandung, Jumat, (5/5).
Dikatakan Enggar, ada program dari Menteri Pertanian untuk meningkatkan populasi sapi, yakni dari impor sapi indukan, dan program siwab (Sapi Wajib Bunting).
“Jadi, ini program untuk meningkatkan populasi sapi, tidak bisa sekaligus, perlu 7-8 tahun prosesnya,” jelas Enggartiasto.
Enggar mengatakan, daging yang berada di gudang Bulog jumlahnya 40 ribu ton, daging itu berasal dari India. Pemerintah juga berencana menambah impor daging lagi dengan angka 51 ribu ton. Sedangkan, daging sapi impor yang berada di pasar, distributor, dan importir, ada sekitar 40 ribu ton.
“Sampai 4 bulan ke depan aman, jangan ada kekhawatiran, karena kita bersama-sama, akan mengawasi betul-betul, untuk upaya-upaya spekulan menahan stock, kalau ditemui pasti kita tindak,” tandasnya. (jar/rmol/mam/JPG)









