CILEGON – Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono menilai crew kapal penyeberangan penumpang Merak-Bakauheni masih kurang latihan dalam menghadapi ancaman kedaruratan apabila terjadi kecelakaan laut. Hal itu ia ketahui saat meninjau Pelabuhan PT. ASDP Indonesia Ferry dan mengecek kelaikan fasilitas kemanan kapal, Senin (15/5).
Pantauan Radar Banten Online, diatas Kapal Motor Penumpang (KMP) Sebuku yang sedang bongkar muat penumpang di dermaga 2, GM PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Tommy L Kaunang beserta crew kapal menunjukan ketersediaan alat-alat penunjang keamanan, seperti alat pemadam kebakaran.
Saat penunjukan sedang berlangsung, crew kapal sempat memperagakan cara pemadaman api dengan membuka pipa saluran air dan menyemprotkan air tersebut menggunakan selang pemadam kebakaran kepermukaan laut.
Namun hal diluar dugaan terjadi, air dari beberapa titik sambungan pipa keluar dengan deras. Crew kapal bahkan kesulitan untuk menutup saluran air itu sehingga permukaan kapal menjadi sasaran luapan air.
“Alat-alatnya (kapal) sudah berfungsi. Cuma dari pengecekan tadi kurang latihan. Untuk membunyikan alarm saja mereka kebingungan. Gampang jadi susah,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono.
Tonny menekankan agar crew kapal di Pelabuhan Merak-Bakauheni rutin menggelar latihan tanggap darurat agar tidak kaku saat menggunakan peralatan keamanan. “Harus sering rajin latihan. Mereka boleh berlayar tapi akan kita beri teguran. Ini seperti kali pertama uji coba karena mungkin belum pernah latihan,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)








