slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Wacana Publik

Kebangkitan Literasi, Literasi Kebangkitan

Aas Arbi by Aas Arbi
21-05-2017 08:37:07
in Wacana Publik
Kebangkitan Literasi, Literasi Kebangkitan

Ilustrasi. (Pixabay)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Hari-hari besar yang jatuh pada bulan Mei mengandung falsafah hidup yang sangat penting. Mari kita melakukan penelusuran ke awal bulan, di sana ada Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei. Kemudian di pertengahan, 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Kemudian diakhiri pada hari ini, Sabtu 20 Mei, yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Pendidikan-buku-kebangkitan, menjadi satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan. Ketiganya sambung-menyambung membentuk sebuah narasi besar nan diidamkan; Indonesia yang sejahtera dan berkemajuan.

Baca Juga :

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Ramadan, Momentum Penyucian Jiwa

Pendidikan, buku dan kebangkitan, pada bulan Mei ini seolah menemukan momentumnya. Pucuk momentum itu bernama literasi. Geliat literasi seperti menjanjikan narasi pendidikan, buku dan kebangkitan sekaligus, untuk menemui kenyataan.

Kebangkitan Literasi

Kebangkitan literasi dimulai saat para pegiat literasi diundang Presiden Joko Widodo ke Istana pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017. Menurut saya, undangan ini memiliki tiga makna. Pertama, ini semacam apresiasi pemerintah terhadap perjuangan tak kenal lelah para pejuang literasi yang telah mendekatkan buku kepada rakyat Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, betapa heroiknya para pegiat literasi mendekatkan buku kepada masyarakat. Ada yang menggunakan perahu, kuda, andong, angkot, motor, dan sebagainya demi menjangkau daerah pelosok. Presiden seolah menegaskan bahwa pegiat literasi kini tak lagi berjuang di jalan sunyi, karena ada pemerintah beserta perangkat-perangkatnya yang menemani, menyisi di kanan dan kiri.

Kedua, undangan itu menjadi semacam simbol bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada literasi sebagai anak panah pendidikan. Kita tentu telah sama-sama mafhum bahwa dunia pendidikan kita seolah asing dengan dunia literasi. Plagiasi dan aktivitas contek mencontek di dunia pendidikan telah menjadi berita yang kerap kita santap. Kedua aktivitas destruktif ini, dari sekian banyak persoalan lainnya, merupakan bukti sahih dari gagalnya institusi pendidikan kita dalam mewariskan semangat literasi kepada peserta didiknya. Nah, bertemu dan berbincangnya Presiden dengan para pegiat literasi menjadi semacam penyatuan kekuatan dalam mendobrak kejumudan dunia pendidikan kita.

Ketiga, undangan ini berarti banyak bagi pemerintah untuk mencegah disintegrasi bangsa. Pemerintah seolah ingin menggandeng para pejuang literasi dan mendukung upaya pengentasan buta aksara. Masih tingginya angka buta aksara ditambah makin tak terbendungnya arus teknologi dan informasi membuat masyarakat dengan mudah menyantap berbagai berita hoax. Berita hoax yang menjadi viral itulah yang selama ini membikin gaduh negara kita. Hoax seolah-olah menjadi alarm bahwa krisis sesungguhnya bagi bangsa, dan ini mengancam keutuhan NKRI, adalah krisis buku dan bencana buta aksara. Tragedi 0 buku seperti yang diungkapkan Taufiq Ismail, menjadi sebenar-benar tragedi dalam arti yang sesungguhnya.

Presiden Jokowi, pada bulan Mei ini bahkan menepati janjinya untuk menggratiskan ongkos kirim buku saban tanggal 17—kecuali bulan Mei gratis ongkir pada tanggal 20. Ini bukan hanya menjadi kabar gembira bagi para pegiat literasi, namun menjadi semacam gerakan nasional untuk sama-sama tergerak mendekatkan buku sedekat-dekatnya. Dan Presiden Jokowi, jauh sebelum peringatan Hardiknas 2 Mei 2017, telah melakukan kampanye buku dengan cara jalan-jalan ke toko buku dan membeli sejumlah buku.

Literasi Kebangkitan

Mesti kita sadar bahwa pekerjaan para pegiat literasi sangatlah berat. Wilayah NKRI yang luas dengan kondisi alam dan infrastruktur yang belum memadai menjadi satu dari sekian banyak penyebabnya. Ada tiga pekerjaan yang (harus) dilakukan para pegiat literasi. Pertama, membuka akses buku kepada masyarakat, dan ini masih terus dilakukan. Kedua, mengentaskan buta aksara. Buku sudah ada, distribusnya pun dimudahkan pemerintah dengan bebas ongkir saban tanggal 20 tiap bulannya melalui PT Pos Indonesia, namun angka buta aksara masih demikian tingginya. Kemdikbud, per tahun 2015, mengeluarkan data bahwa sebanyak 3,56% penduduk Indonesia masih buta aksara. Itu artinya, ada sekitar 5,7 juta orang yang belum melek huruf. Ketiga, menjadikan membaca sebagai aktivitas fungsional (budaya). Poin yang ketiga ini merupakan pekerjaan abadi, yang takkan rampung dalam hitungan jemari.

Literasi merupakan investasi leher ke atas, bukan leher ke bawah. Literasi itu mengenyangkan kepala, bukan membuncitkan perut. Paradigma inilah yang harus terus ditanamkan para pegiat literasi kepada siapa saja, terutama kepada penerima manfaat literasi. Makanya, rasanya agak tabu, meski tidak terlarang, beranggapan bahwa literasi bisa mendongkrak kesejahteraan.

Menjadikan literasi sebagai pendongkrak kesejahteraan tentu saja merupakan pekerjaan yang mahaberat. Akan tetapi, bagi masyarakat yang sudah teriluminasi literasi, kesejahteraan tidak melulu soal terpenuhinya kebutuhan perut dan derivasinya. Yang paling fundamental, literasi bisa mengubah cara pandang orang tentang kesejahteraan.

Bagi orang yang sudah merasakan manfaat literasi, kesejahteraan bukan lagi tentang pemenuhan kebutuhan makan semata. Tentu saja orang yang melek aksara akan menjadi lebih cerdas dan taktis dalam upaya memenuhi tuntutan kesejahteraan diri dan keluarganya. Tetapi lebih jauh dari itu, dia akan memahami bahwa kesejahteraan ditentukan pula oleh kebijakan pemerintah.

Kesadaran akan hal ini akan menghadirkan efek yang lain, yakni munculnya kepedulian sekaligus daya kritis. Orang yang melek aksara akan peduli dengan sesama yang belum sejahtera, dan pada saat yang sama muncul daya kritisnya untuk mengentaskan kesenjangan sosial. Kepedulian dan daya kritis kolektif akan memiliki posisi tawar yang kuat dalam menghadapi setiap keputusan politik yang tidak berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika hal ini sudah terjadi, maka literasi sudah betul-betul menginspirasi kebangkitan.

Mudah-mudahan.

Atih Ardiansyah, Direktur Eksekutif Rafe’i Ali Institute dan Anggota Dewan Perpustakaan Provinsi Banten 2016-2019

 

Tags: Literasiwacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Mengubah Sampah Menjadi Rupiah di Rangkasbitung

Next Post

Pesan Ibu untuk Reza Rahadian : Saya Mau Dia Tetap Apa Adanya

Related Posts

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri
Wacana Publik

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

by Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 07:12

Oleh: Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi, M.M., M.Sc., Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Telah datang...

Read moreDetails

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Ramadan, Momentum Penyucian Jiwa

Literasi Banten Peringkat Dua IPLM 2025, Momentum Emas Bagi Banten

Wakil Bupati Amir Hamzah Kunjungi TBM Sekolah Cerdas Lintas

Ramadan, Legitimasi Spiritual dan Sosial 

Royal Baroe: Rebranding Pariwisata Kota Serang atau Riasan Semata?

Isra Mi’raj sebagai Kritik Teologis atas Elitisme dan Teknokrasi Indonesia

Isra Mi’raj Meneguhkan Tonggak Spiritual 

Next Post
Pesan Ibu untuk Reza Rahadian : Saya Mau Dia Tetap Apa Adanya

Pesan Ibu untuk Reza Rahadian : Saya Mau Dia Tetap Apa Adanya

Mesum di Dalam Mobil,  Pria Ini Terancam Hukuman 100 Kali Cambukan

Mesum di Dalam Mobil, Pria Ini Terancam Hukuman 100 Kali Cambukan

Kemenag Belum Tetapkan 1 Ramadhan

Kemenag Belum Tetapkan 1 Ramadhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Lewat Sistem ASN Karier, Peluang Mutasi ke Kementerian Terbuka tapi Ketat

Lewat Sistem ASN Karier, Peluang Mutasi ke Kementerian Terbuka tapi Ketat

Senin, 4 Mei 2026 12:36

May Day 2026, Dua Pekerja di Serang Terima Santunan Ratusan Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 4 Mei 2026 12:00

Gapura Cup 2026, Gelaran Perdana Turnamen Sepak Bola Putri di Kecamatan Cikeusal

Senin, 4 Mei 2026 11:46

Tangkap Dua Pengedar, Polda Banten Amankan Puluhan Butir Obat Keras

Senin, 4 Mei 2026 11:45

PMII Banten Gelar Diskusi Publik Kebijakan Pajak, Pemprov Banten Malah Tidak Hadir

Senin, 4 Mei 2026 11:43

DPD FKSPN Kabupaten Serang dan KSPN Nikomas Gemilang sebut Hari Buruh 2026 Ciptakan Kebersamaan

Senin, 4 Mei 2026 11:04
Lewat Sistem ASN Karier, Peluang Mutasi ke Kementerian Terbuka tapi Ketat

Lewat Sistem ASN Karier, Peluang Mutasi ke Kementerian Terbuka tapi Ketat

Senin, 4 Mei 2026 12:36

May Day 2026, Dua Pekerja di Serang Terima Santunan Ratusan Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 4 Mei 2026 12:00

Gapura Cup 2026, Gelaran Perdana Turnamen Sepak Bola Putri di Kecamatan Cikeusal

Senin, 4 Mei 2026 11:46

Tangkap Dua Pengedar, Polda Banten Amankan Puluhan Butir Obat Keras

Senin, 4 Mei 2026 11:45

PMII Banten Gelar Diskusi Publik Kebijakan Pajak, Pemprov Banten Malah Tidak Hadir

Senin, 4 Mei 2026 11:43

DPD FKSPN Kabupaten Serang dan KSPN Nikomas Gemilang sebut Hari Buruh 2026 Ciptakan Kebersamaan

Senin, 4 Mei 2026 11:04

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Lewat Sistem ASN Karier, Peluang Mutasi ke Kementerian Terbuka tapi Ketat

Lewat Sistem ASN Karier, Peluang Mutasi ke Kementerian Terbuka tapi Ketat

by Nahrul Muhilmi
Senin, 4 Mei 2026 12:36

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seleksi mutasi aparatur sipil negara (ASN) ke tingkat kementerian ternyata tidak mudah.  Dari dua ASN Pemerintah Kota...

May Day 2026, Dua Pekerja di Serang Terima Santunan Ratusan Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

by Yusuf Permana
Senin, 4 Mei 2026 12:00

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Peringatan May Day 2026 di Kabupaten Serang berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Dalam momentum tersebut, dua ahli...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak