slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Puasa Mengikis Kesombongan

Redaksi by Redaksi
09-03-2026 10:00:26
in Uncategorized, Wacana Publik
Puasa Mengikis Kesombongan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Penulis : Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi, M.M., M.Sc., Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

Artinya: Janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung. (QS. Al-Isra’: 37)

Latihan Spiritual

Baca Juga :

Pemimpin Penentu Kunci Keberhasilan

Pendidikan Karakter pada Pondok Pesantren 

MTQ Bukan Seremonial Belaka 

MTQ Provinsi Banten 2026: Memasyarakatkan Al-Qur’an, Menguatkan Iman dan Takwa di Tanah Seribu Ulama dan Sejuta Santri

Ramadan datang mengetuk pintu hati, seolah membawa pesan yang selaras dengan ayat-ayat Tuhan: merundukkan ego dan melembutkan hati. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan spiritual untuk menekan kesombongan yang sering kali tanpa terasa menyelinap dalam diri.

Puasa mengandung pesan yang sangat mendalam tentang sikap rendah hati dan menjauhi kesombongan. Allah mengingatkan kita bahwa manusia, sehebat apa pun pencapaiannya, tetaplah makhluk yang terbatas. Kita tidak mampu menembus bumi yang kita pijak atau menjulang setinggi gunung yang kokoh.

Ramadan mengajarkan kita untuk mematahkan rasa “lebih”. Saat perut kosong di siang hari, kita diingatkan bahwa tanpa karunia-Nya, kita tidak berdaya. Apa yang kita banggakan ketika segelas air saja terasa begitu berharga saat berbuka? Di hadapan Allah, kita semua hanyalah hamba yang lemah. Lapar dan haus menyadarkan kita bahwa di balik segala atribut duniawi, manusia hanyalah makhluk yang rapuh.

Ramadan memberikan kita kesempatan untuk kembali belajar menjadi hamba. Kita melatih diri untuk tidak berjalan di muka bumi dengan kesombongan, tetapi dengan rasa syukur dan rendah hati. Karena sejatinya, bukan kekayaan atau kedudukan yang memuliakan kita di hadapan Allah, melainkan ketakwaan.

Puasa mengikis kesombongan dengan cara yang halus namun mendalam. Kita yang biasanya bebas menikmati segala hal kini diingatkan untuk menahan diri. Ini adalah bentuk latihan merendahkan hati di hadapan-Nya, menyadari betapa kecilnya kita di tengah luasnya ciptaan Allah.

Adapun nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah puasa antara lain sebagai berikut:
1. Merefleksikan keimanan seorang hamba kepada Sang Khalik.
2. Meningkatkan rasa syukur kepada Allah Swt.
3. Ibadah puasa sebagai madrasah rohani, yang membangkitkan semangat spiritual dan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik jagat raya beserta segala isinya. Puasa juga menggelorakan nafsu mutmainnah serta menahan nafsu syahwat yang tidak pada tempatnya.
4. Ibadah puasa sebagai sarana meraih takwa. Nilai spiritual takwa merupakan tujuan utama dari ibadah puasa.
5. Ibadah puasa melatih manusia menjadi lebih tabah dan sabar.

Mengikis Kesombongan

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali terjerumus dalam perangkap kesombongan, merasa lebih baik daripada orang lain, merasa lebih mulia karena harta, jabatan, ilmu, atau bahkan karena ibadah yang dilakukan. Padahal, kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah.

Kesombongan adalah penyakit hati yang sering kali tidak disadari. Ia bagaikan virus yang merusak amal ibadah kita, termasuk puasa di bulan Ramadan. Kesombongan membuat seseorang merasa lebih tinggi, lebih hebat, dan lebih berhak daripada orang lain. Padahal, hakikatnya kita semua adalah hamba Allah yang sama-sama lemah dan membutuhkan rahmat-Nya.

Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri bukan hanya dari hal-hal yang bersifat materi, tetapi juga dari sifat-sifat buruk yang merusak hati dan jiwa. Melalui rasa lapar dan haus saat berpuasa, kita diajarkan untuk menundukkan hawa nafsu yang sering kali menjadi sumber dari berbagai keburukan. Rasa lapar dan dahaga ini mengingatkan kita akan kelemahan dan ketergantungan kita sebagai hamba Allah.

Dengan demikian, puasa menjadi sarana untuk membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela seperti tamak (serakah), rakus, riya’ (pamer), dan sombong.

Puasa tidak hanya membersihkan tubuh dari makanan dan minuman yang haram, tetapi juga membersihkan jiwa dari noda-noda dosa dan penyakit hati. Puasa merupakan proses tazkiyatun nafs yang mengarahkan manusia menuju ketakwaan dan kedekatan dengan Allah Swt.

Dalam Islam, terdapat tiga tahapan penyucian jiwa, yaitu:
1. Takhalli, mengosongkan hati dari sifat-sifat tercela seperti sombong, ujub, dan iri hati.
2. Tahalli, mengisi hati dengan sifat-sifat terpuji seperti tawadhu’, sabar, dan syukur.
3. Tajalli, mencapai tingkatan spiritual tertinggi ketika seseorang hanya berorientasi kepada Allah.

Dengan demikian, Ramadan merupakan momentum terbaik untuk melatih diri dalam proses tersebut. Orang yang sombong cenderung sulit menerima kebenaran dan enggan mengakui kesalahan. Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini untuk memperbaiki hati dan membangun karakter yang lebih baik, termasuk mengikis sifat kesombongan.

Pada akhirnya, Ramadan adalah momentum utama untuk mengikis kesombongan manusia—penyakit hati yang dibenci Allah dan penghalang masuk surga. Puasa mendidik kerendahan hati (tawadhu) dengan menahan hawa nafsu dan menyadari kelemahan diri, sehingga manusia tidak pantas bersikap angkuh. Bersikap sombong saat berpuasa menunjukkan ketidakberhasilan seseorang dalam memaknai esensi Ramadan.

Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi, M.M., M.Sc., Penulis Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Manajemen Transformasi Pendidikan, serta Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Tags: Encep Safrudin MuhyiPuasaramadan 2026wacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Skuad Garuda Dipanggil, 41 Pemain Timnas Indonesia Disiapkan untuk FIFA Series 2026

Next Post

IMC Sebut Pemkot Gagal Mitigasi Banjir, Masterplan Drainase Cilegon Rp997 Juta Disorot

Related Posts

Pemimpin Penentu Kunci Keberhasilan
Wacana Publik

Pemimpin Penentu Kunci Keberhasilan

by Redaksi
Sabtu, 1 Agustus 2026 06:52

  Penulis : Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi. MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter pada Pondok Pesantren 

MTQ Bukan Seremonial Belaka 

MTQ Provinsi Banten 2026: Memasyarakatkan Al-Qur’an, Menguatkan Iman dan Takwa di Tanah Seribu Ulama dan Sejuta Santri

Mengapa Pemerintah Daerah Harus Mengelola “Ilmu Titipan”?

Budaya Fast Content: Mengapa Generasi Sekarang Sulit Menikmati Sesuatu dalam Waktu Lama?

Muharram Momentum Menata Masa Depan 

Menggugat Sesat Pikir Implementasi Pancasila dari Hipogram Orde Baru Menuju Ruang Dialektika Papan Catur

Idul Adha, Teladan Keluarga Nabi Ibrahim

Haji dan Makna Perjalanan Spiritual 

Next Post
IMC Sebut Pemkot Gagal Mitigasi Banjir, Masterplan Drainase Cilegon Rp997 Juta Disorot

IMC Sebut Pemkot Gagal Mitigasi Banjir, Masterplan Drainase Cilegon Rp997 Juta Disorot

Hujan Diperkirakan  Masih Akan Berlangsung Sepekan di Kota Tangerang

Hujan Diperkirakan Masih Akan Berlangsung Sepekan di Kota Tangerang

PMI dan Dinsos Cilegon Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Perumahan Metro

PMI dan Dinsos Cilegon Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Perumahan Metro

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Runk5bitung 2026

1.579 Peserta Siap Ramaikan Runk5bitung 2026, 505 Pelari Berasal dari Luar Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 17:42
Dandim Cup 2026 resmi digelar di Cilegon

Dandim Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Voli Putri, Targetkan Lahir Bibit Berprestasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 17:16
judi online

Banyak Buruh di Banten Terjerat Judol dan Pinjol hingga Miliaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 16:38
air bersih untuk warga Pulomerak

Kolaborasi Karang Taruna Cilegon dan PNKT, Salurkan 96 Ton Air Bersih untuk Warga Pulomerak

Sabtu, 1 Agustus 2026 16:11
tambang ilegal Gunung Pinang

Aktivis Desak Investigasi Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal Gunung Pinang

Sabtu, 1 Agustus 2026 15:55
rehab ruang kelas sekolah dasar

DPRD Lebak Dorong Peningkatan Anggaran Perbaikan Ruang Kelas SD

Sabtu, 1 Agustus 2026 14:09
Runk5bitung 2026

1.579 Peserta Siap Ramaikan Runk5bitung 2026, 505 Pelari Berasal dari Luar Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 17:42
Dandim Cup 2026 resmi digelar di Cilegon

Dandim Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Voli Putri, Targetkan Lahir Bibit Berprestasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 17:16
judi online

Banyak Buruh di Banten Terjerat Judol dan Pinjol hingga Miliaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 16:38
air bersih untuk warga Pulomerak

Kolaborasi Karang Taruna Cilegon dan PNKT, Salurkan 96 Ton Air Bersih untuk Warga Pulomerak

Sabtu, 1 Agustus 2026 16:11
tambang ilegal Gunung Pinang

Aktivis Desak Investigasi Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal Gunung Pinang

Sabtu, 1 Agustus 2026 15:55
rehab ruang kelas sekolah dasar

DPRD Lebak Dorong Peningkatan Anggaran Perbaikan Ruang Kelas SD

Sabtu, 1 Agustus 2026 14:09

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Runk5bitung 2026

1.579 Peserta Siap Ramaikan Runk5bitung 2026, 505 Pelari Berasal dari Luar Daerah

by Mastur Huda
Sabtu, 1 Agustus 2026 17:42

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1.579 peserta dipastikan akan memeriahkan ajang lari Runk5bitung 2026 yang akan digelar di Kota Rangkasbitung, Kabupaten...

Dandim Cup 2026 resmi digelar di Cilegon

Dandim Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Voli Putri, Targetkan Lahir Bibit Berprestasi

by Adam Fadillah
Sabtu, 1 Agustus 2026 17:16

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Komandan Kodim (Dandim) 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori mendorong lahirnya bibit-bibit atlet bola voli putri melalui penyelenggaraan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak