slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan Dahlan Iskan
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan Dahlan Iskan
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Wacana Publik

Royal Baroe: Rebranding Pariwisata Kota Serang atau Riasan Semata?

Redaksi by Redaksi
09-02-2026 10:15:42
in Wacana Publik
Royal Baroe: Rebranding Pariwisata Kota Serang atau Riasan Semata?
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Penulis :  Annisa Ratu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

SEJAK peresmian Royal Baroe pada 26 Desember 2025 oleh Gubernur Banten Andra Soni, kawasan perdagangan Royal Kota Serang berubah menjadi lebih hidup dibandingkan sebelumnya, dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang berwisata, terutama pada sore hingga malam hari. 

Baca Juga :

Pemkab Serang Berencana Bangun Ikon Wisata di Kecamatan Anyar, Terinspirasi Royal Baroe

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Royal, menurut Iwan Subakti dalam wawancaranya di Biem TV, merupakan kawasan Pecinan yang telah berdiri sejak tahun 1600-an dan mulai ramai sebagai kawasan perdagangan dan hiburan sejak tahun 1960–1970-an (Biem TV, 2019).

Sejak masa tersebut, kawasan Royal dipenuhi oleh pertokoan yang sebagian besar dimiliki oleh masyarakat etnis Tionghoa. Pertokoan tersebut memperdagangkan berbagai produk, seperti pakaian, makanan, barang rumah tangga, buku dan peralatan sekolah, hingga aksesori, yang sebagian masih bertahan hingga saat ini. 

Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir kawasan pertokoan ini terasa semakin semrawut, padahal kawasan lain di Kota Serang perlahan mulai membangun dan membenahi diri. 

Dari sinilah pemerintah akhirnya berupaya meningkatkan nilai kawasan tersebut dengan mempercantik trotoar dan jalan di kawasan Royal, khususnya Jalan S.A. Tirtayasa, agar lebih ramah bagi pejalan kaki, sekaligus menertibkan pedagang kaki lima dan merelokasinya ke kawasan lain.

Upaya peningkatan nilai kawasan Royal Kota Serang tersebut tentu patut disambut baik sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap langkah pemerintah dalam membenahi kota. Namun, apakah upaya tersebut sudah benar-benar maksimal? Dalam perspektif pariwisata, terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan agar suatu daerah memiliki nilai pariwisata yang baik. 

Cooper (2008) menyebutkan konsep 4A, yaitu attraction (daya tarik), accessibility (aksesibilitas), amenities (fasilitas), dan ancillary (layanan tambahan). Dalam tulisan ini, penulis akan lebih menekankan pada poin daya tarik dan layanan tambahan, karena untuk aspek aksesibilitas dan fasilitas, Royal Baroe sudah menunjukkan peningkatan yang cukup baik.

Dari sisi daya tarik (attraction), Royal Baroe memiliki potensi yang menarik. Selain berfungsi sebagai pusat perbelanjaan di Kota Serang, kini Royal Baroe hadir sebagai kawasan yang lebih tertata dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti lampu jalan yang estetis, bangku taman di berbagai sudut, serta sarana kebersihan berupa tempat sampah yang ditempatkan secara berkala.

 Seiring dengan pembaruan kawasan ini, berbagai bentuk hiburan dan peluang bisnis pun bermunculan dari beragam kalangan masyarakat dan komunitas, seperti pertunjukan cosplayer, fotografer jalanan, dan aktivitas kreatif lainnya. Namun demikian, muncul pertanyaan penting: apakah daya tarik semacam ini dapat bertahan dalam jangka panjang?

Diperlukan narasi yang kuat agar masyarakat tidak hanya tertarik datang sekali, tetapi juga memiliki keinginan untuk terus kembali ke Royal Baroe. Perbaikan fasilitas fisik memang penting, tetapi belum cukup jika tidak dibarengi dengan pembangunan makna. Royal Baroe yang memiliki nilai sejarah dapat dikembangkan dengan pendekatan historis.

 Bangunan-bangunan rumah toko lama yang masih berdiri kokoh dan berjejer rapi dapat berfungsi sebagai saksi sejarah kawasan tersebut.

Sebagai perbandingan, beberapa wilayah lain di Indonesia maupun luar negeri telah berhasil mengangkat kawasan bersejarah sebagai daya tarik pariwisata. Kota Bandung, misalnya, dengan kawasan Braga yang masih mempertahankan banyak bangunan bersejarah. Narasi komunikasi pariwisatanya secara aktif menyoroti Museum Asia Afrika, Gedung Merdeka, serta bangunan-bangunan kuno lain yang tetap dilestarikan. 

Contoh lainnya adalah kawasan Tiong Bahru di Singapura, yang merupakan kota tua dengan beragam atraksi sejarah dan kuliner lokal. Atraksi sejarah yang menekankan identitas lokal seperti ini cenderung lebih berkelanjutan dan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara karena memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan sekadar meniru kemasan pariwisata dari luar tanpa penguatan storytelling yang memadai.

Lalu, bagaimana membangun storytelling yang kuat? Langkah awal dapat dimulai dari penggalian identitas kawasan Royal dan sekitarnya, serta sejarahnya yang sesungguhnya sangat menarik untuk dikaji. Selain menambah wawasan masyarakat, pendekatan ini juga dapat menjadi strategi branding yang efektif bagi Royal Baroe, misalnya sebagai kawasan warisan budaya dan sejarah. 

Upaya tersebut perlu dibarengi dengan digitalisasi informasi melalui berbagai platform digital dan media sosial Pemerintah Kota Serang, serta pengembangan sarana komunikasi interaktif, seperti penggunaan QR (Quick Response) Code di berbagai titik Royal Baroe. QR Code tersebut dapat diarahkan ke situs web atau video yang menjelaskan asal-usul nama Royal, sejarah perdagangan, serta perkembangan hiburannya. Konsep ini sejatinya telah banyak diterapkan di berbagai museum di Indonesia.

Berdasarkan penelitian Putra dkk. (2024), teknologi QR dan AR (Augmented Reality) banyak digunakan di museum karena mampu meningkatkan pengalaman interaktif pengunjung terhadap koleksi yang ditampilkan. Selain itu, pengembangan situs web museum juga dapat memperluas akses informasi secara daring sehingga meningkatkan relevansi institusi budaya di era digital. Dengan storytelling yang kuat serta pemanfaatan teknologi yang relevan, Royal Baroe memiliki peluang besar untuk berkembang dan mempertahankan relevansinya sebagai destinasi wisata.

Dari sisi aksesibilitas (accessibility), Royal Baroe tergolong sangat mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, termasuk layanan transportasi daring dan angkutan kota. Letaknya yang berada di pusat kota menjadikan kawasan ini strategis dan mudah diakses. Ke depan, aspek ini masih dapat dikembangkan, misalnya dengan penyediaan titik pemberhentian khusus bagi angkutan umum agar lalu lintas lebih tertib.

Pada aspek fasilitas (amenities), kondisi Royal Baroe juga menunjukkan perbaikan, seperti tersedianya tempat sampah, bangku taman, serta penerangan yang memadai. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, seperti penyediaan kawasan parkir yang lebih tertata dan dikelola secara profesional untuk menghindari parkir liar, serta pembangunan toilet umum yang layak.

Terakhir, dari sisi layanan tambahan (ancillary), Royal Baroe masih menghadapi tantangan. Layanan pemandu wisata dan promosi pariwisata belum dikelola secara optimal dan masih sangat bergantung pada komunikasi serta viralitas media sosial. 

Pola promosi semacam ini cenderung tidak berkelanjutan, terlebih jika pesan yang disampaikan hanya menonjolkan keindahan fisik atau nilai instagrammability. Oleh karena itu, promosi perlu dibarengi dengan narasi yang kuat serta pemenuhan unsur-unsur 4A secara menyeluruh untuk meminimalkan potensi kekecewaan pengunjung.

Kekecewaan semacam ini kerap muncul dalam narasi media sosial, misalnya ketika realitas di lapangan tidak seindah yang ditampilkan di Instagram. Fenomena tersebut telah banyak terjadi pada berbagai destinasi wisata yang sempat viral atau booming, tetapi hanya bertahan dalam waktu singkat. Salah satu penyebab utamanya adalah pengembangan unsur 4A yang kurang optimal serta lemahnya narasi destinasi, sehingga berdampak pada persepsi publik. Tentu kita tidak ingin Royal Baroe bernasib serupa—cepat viral, tetapi juga cepat tenggelam seperti kawasan wisata lainnya, bukan?

Editor: Aas Arbi

Tags: Royal Baroewacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Operasi Keselamatan Maung 2026, Polresta Serang Kota Laksanakan Ramp Check Kendaraan

Next Post

HPN 2026, Kapolresta Serang Kota Tegaskan Pers Mitra Strategis Polri

Related Posts

Pemkab Serang Berencana Bangun Ikon Wisata di Kecamatan Anyar, Terinspirasi Royal Baroe
Kabupaten Serang

Pemkab Serang Berencana Bangun Ikon Wisata di Kecamatan Anyar, Terinspirasi Royal Baroe

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 12 Maret 2026 17:08

Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Mochamad Ronny Natadipraja, menyampaikan rencana pembangunan ikon wisata di Anyar.

Read moreDetails

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Ini Penyebab Retribusi Parkir di Kota Serang Anjlok Jauh dari Target

Retribusi Parkir Kota Serang Jauh dari Target, Hanya Rp720 Juta Setahun

Ramadan, Momentum Penyucian Jiwa

Bentuk UPTD, Royal Baroe hingga Alun-alun Jadi Kawasan Ekonomi Baru

Pimpin Ibu Kota Banten Setahun, Budi Rustandi Pacu Kota Serang Jadi Kota Terbuka dan Ramah Investasi

Ciptakan Lapangan Pekerjaan, Wali Kota Serang Buka Investasi untuk Serap Tenaga Kerja Lokal

Next Post
HPN 2026, Kapolresta Serang Kota Tegaskan Pers Mitra Strategis Polri

HPN 2026, Kapolresta Serang Kota Tegaskan Pers Mitra Strategis Polri

Puncak HPN 2026, Benyamin Davnie Terima PWI Awards

Puncak HPN 2026, Benyamin Davnie Terima PWI Awards

Dewan Pers Catat 10 Pengaduan Pers Masuk Setiap Hari

Dewan Pers Catat 10 Pengaduan Pers Masuk Setiap Hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Wamenhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Layanan Angkutan Lebaran 2026

Wamenhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Layanan Angkutan Lebaran 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 22:54
Alika Putri Ceritakan Kemudahan Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan

Alika Putri Ceritakan Kemudahan Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan

Sabtu, 14 Maret 2026 20:19

Mahasiswa Pandeglang Desak Disnaker Periksa Wings Labuan Soal BPJS Karyawan

Sabtu, 14 Maret 2026 19:54

Damkar Tangsel Imbau Warga Cabut Peralatan Listrik dan Lepas Selang Gas Sebelum Mudik

Sabtu, 14 Maret 2026 18:28

ASDP Siapkan Angkot Gratis dari Stasiun Cilegon ke Pelabuhan Merak Untuk Pemudik

Sabtu, 14 Maret 2026 18:27

Pemkab Serang Gelontorkan Anggaran Rp 57 Miliar untuk THR Pegawai

Sabtu, 14 Maret 2026 17:24
Wamenhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Layanan Angkutan Lebaran 2026

Wamenhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Layanan Angkutan Lebaran 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 22:54
Alika Putri Ceritakan Kemudahan Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan

Alika Putri Ceritakan Kemudahan Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan

Sabtu, 14 Maret 2026 20:19

Mahasiswa Pandeglang Desak Disnaker Periksa Wings Labuan Soal BPJS Karyawan

Sabtu, 14 Maret 2026 19:54

Damkar Tangsel Imbau Warga Cabut Peralatan Listrik dan Lepas Selang Gas Sebelum Mudik

Sabtu, 14 Maret 2026 18:28

ASDP Siapkan Angkot Gratis dari Stasiun Cilegon ke Pelabuhan Merak Untuk Pemudik

Sabtu, 14 Maret 2026 18:27

Pemkab Serang Gelontorkan Anggaran Rp 57 Miliar untuk THR Pegawai

Sabtu, 14 Maret 2026 17:24

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Wamenhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Layanan Angkutan Lebaran 2026

Wamenhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Layanan Angkutan Lebaran 2026

by Adam Fadillah
Sabtu, 14 Maret 2026 22:54

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Republik Indonesia, Suntana meninjau langsung pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan, Sabtu...

Alika Putri Ceritakan Kemudahan Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan

Alika Putri Ceritakan Kemudahan Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan

by Bayu Mulyana
Sabtu, 14 Maret 2026 20:19

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Alika Putri, warga Kecamatan Grogol, Kota Cilegon membuktikan BPJS Kesehatan bermafaat bagi berbagai kalangan. Sebagai jaminan kesehatan,...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan Dahlan Iskan
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak