SERANG – Penanaman modal di Provinsi Banten harus berdampak baik pada perekonomian masyarakat sekitar, salah satunya dengan membuka lapangan kerja bagi warga lokal. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana.
Melalui rilis yang diterima Radar Banten Online, Wahyu menjelaskan, pergerakan investasi di Banten terus membaik. Dalam sepuluh tahun terakhir, tren investasi mengalami peningkatan. Bahkan, Provinsi Banten selalu menempati tiga besar untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kondisi demikian dipengaruhi banyak faktor, salah satunya keuntungan geografis yang dekat dengan ibu kota.
Wahyu menjelaskan, perencanaan dan pengembangan investasi di kabupaten/kota harus berdasarkan pada pedoman Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM), diantaranya memperhatikan kenyamanan bagi lingkungan.
“Kita berharap iklim investasi di Banten terus kondusif. Unsur terpenting dalam penanaman modal ialah keuntungan bagi pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Poin ini penting dipahami untuk menjaga kondusivitas investasi di Banten,” ujar Wahyu, Rabu (24/5).
Menurut Wahyu, potensi investasi di Banten selain didominasi oleh sektor industri manufaktur dan padat karya, Banten juga menyimpan potensi sekunder yang perlu dikembangkan, seperti wisata, budaya, jasa dan properti.
“Potensi-potensi ini harus kita kembangkan. Kesempatan ini menjadi momen yang tepat untuk memetakan potensi setiap daerah di Banten,” ungkapnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









