SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten kembali menunjukkan kekuatannya sebagai salah satu motor investasi nasional. Triwulan I 2026, realisasi investasi di Banten mencapai Rp 34,4 triliun dengan dominasi kuat dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten mencatat, dari total investasi Rp 34,4 triliun, sebesar Rp 23,33 triliun atau 68 persen berasal dari PMDN.
Sementara, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 11,03 triliun atau 32 persen.
Dominasi PMDN tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pelaku usaha nasional masih menaruh kepercayaan besar terhadap iklim usaha dan prospek ekonomi di Provinsi Banten.
Secara nasional, capaian itu menempatkan Banten pada posisi keempat realisasi investasi nasional dengan kontribusi sebesar 6,9 persen terhadap total investasi Indonesia pada Triwulan I 2026.
Untuk kategori PMDN, Banten bahkan berhasil menempati posisi ketiga nasional. Sedangkan untuk PMA, Banten berada di posisi ketujuh nasional dengan nilai investasi setara US$ 0,67 miliar.
Pertumbuhan investasi Banten juga terbilang positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, investasi tumbuh 10,61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 31,06 triliun.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti mengatakan, dominasi PMDN menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang ditopang kuat oleh pelaku usaha domestik.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Banten tetap terjaga. Kami terus menghadirkan pelayanan investasi yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan industri di wilayah Tangerang Raya, Cilegon, dan Kabupaten Serang masih menjadi magnet utama investasi di Banten.
Kabupaten Tangerang menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp 17,41 triliun atau 50,67 persen dari total investasi. Disusul Kota Tangerang Rp 5,45 triliun, Kota Cilegon Rp 4,30 triliun, dan Kabupaten Serang Rp 3,62 triliun.
Dari sisi sektor usaha, investasi terbesar masih berasal dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran yang mencapai Rp 12,42 triliun atau 36,16 persen dari total investasi.
Kemudian sektor industri kimia dan farmasi menyumbang Rp 4,79 triliun, industri logam dasar Rp 3,02 triliun, serta perdagangan dan reparasi Rp 2,30 triliun.
Selain menjadi penggerak ekonomi daerah, investasi yang masuk ke Banten juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Hingga Triwulan I 2026, investasi berhasil menyerap 51.643 tenaga kerja.
Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan, pemerintah daerah akan terus menjaga iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
Menurutnya, investasi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, dan penguatan industri daerah.
“Banten akan terus menjadi daerah yang ramah investasi dengan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Dengan capaian tersebut, Pemprov Banten optimistis mampu menjaga tren pertumbuhan investasi hingga akhir tahun 2026, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor: Agus Priwandono










