SERANG – Jumlah ruang kelas sekolah dasar (SD)yang berada dibawah naungan Pemerintah Kabupaten Serang sebanyak 1.200 ruang dalam keadaan rusak. 700 diantaranya dalam keadaan rusak berat.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat menyampaikan sambutan pada Peresmian Gedung Koperasi dan PGRI dan HUT Koperasi ke-70, di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Selasa (8/8).
“Rusak sedang ini hampir sama dengan rusak berat. Ini menjadi pekerjaan rumah kami. Siswa-siswa, guru-guru ini akan terganggu belajarnya apabila ruangan kelasnya kurang baik,” ungkapnya.
Hanya saja, lanjut Tatu, pemerintah kabupaten hanya mampu memperbaiki 140 ruang kelas setiap tahunnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, saat ini perbaikan ruang kelas sedang berjalan, dimana dari bantuan Pemerintah Pusat sebanyak 100 ruang kelas, Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 60 ruang kelas dan APBD sebanyak 30 ruang kelas.
Dikatakan Asep target dalam RPJMD dilakukan perbaikan sebanyak 700 ruang kelas. “Itu sudah melampaui target RPJMD. Hanya saja kami masih memiliki hutang tahun 2016 lalu sebanyak 140 ruang kelas yang belum diperbaiki. Sehingga kami harus mengejar target RPJMD ini,” ungkapnya.
Pria berkacamata ini menerangkan, ruang kelas yang sedang dilakukan perbaikan ini belum termasuk SMP. Dan yang sedang dilakukan perbaikan adalah Sekolah Dasar di seluruh Kabupaten Serang.
Selain melalui dana pemerintah, pihaknya mengaku mendapat bantuan dari CSR seperti di SDN Bugel memeroleh bantuan 500 juta rupiah karena, kata dia, sekolah tersebut sangat parah dan pondasi lama di tiga ruang kelas itu tidak layak untuk dibangun kembali. Akhirnya, sekolah dengan cukup banyak prestasi ini memindahkan dan membangun pondasi baru.
“Dana-dana DAK, CSR, Pemerintah Pusat itu tidak melalui proses lelang. Yang melalui lelang adalah Perkim atau dana APBD,” ucapnya.
Ia mengatakan akan mengejar target dari 140 ruang kelas setiap tahunnya, harus melampaui, sehingga hutang perbaikan kelas tahun lalu secara bertahap bisa terbayar pada tahun-tahun berikutnya termasuk 2017 ini. (Anton Sutompul/antonsutompu1504@gmail.com).









