SERANG – Tubuh kecil Nia Mardiana terbaring lemas dipangkuan sang ibu, Badriah (39). Tubuhnya lemas tak berdaya. Bobot tubuh balita berusia enam bulan tersebut kini 2,5 kilogram. Berat tersebut jauh lebih ringan dari saat baru dilahirkan pada Rabu (1/3) dengan berat 3,5 kilogram.
Berat badan Nia mulai mengalami penurusan saat usianya 40 hari. Berat badannya pun semakin menurun hingga hari ini.
Setelah berkonsultasi dengan tenaga medis di tempat tinggalnya di Kampung Kareo Masigit, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Badriah mengetahui jika buah hatinya mengalami gizi buruk.
Bidan setempat pun selalu menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit. Namun karena masalah keuangan, Nia pun tidak mendapatkan pertolongan medis yang optimal.
Tupal (45), suami Badriah hanya seorang buruh ekspedisi barang di Jakarta untuk menghidupi istri dan lima anaknya pun masih pas-pasan. Apalagi harus membawa bayinya ke rumah sakit, Badriah pun khawatir berobat bayinya itu memerlukan biaya besar.
“Sama Puskesmas dirujuk ke rumah sakit. Dibawa Juni lalu. Tapi ngga punya BPJS, balik lagi ngurusin BPJS. Belum jadi sampai sekarang,” tutur Badriah di rumah sederhananya, Selasa (22/8).
Ibu lima anak ini mengatakan, bayinya tidak mau menyusu air susu ibu (ASI) sejak lahir, sampai sekarang ia memberikan susu formula setiap hari. “Mau gimana lagi, sudah dikasih susu ekslusif tetep ngga mau. Sekarang sudah mau makan bubur untuk bayi, waktu juni mah, tangannya keriput kaya nenek-nenek, kalau sekarang agak ngisi,” tuturnya.
Kata dia, setiap ada Posyandu, ia rutin memeriksakan bayinya ke bidan untuk ditimbang berat badannya, namun perubahan berat badannya tak terlalu signifikan. Sempat, kata dia, bertambah dari 2,5 kilogram menjadi 3 kilogram.
Diusianya yang ke enam bulan, Nia masih kurus, lekukan tulang kecilnya sangat jelas terlihat. Bayi mungil itu matanya selalu menatap ke atas. “Pengennya segera dirawat ke rumah sakit biar normal, berat badannya bisa bertambah sesuai umurnya. Biar seperti anak-anak lainnya, tumbuh sehat,” harapnya.
Ketua RT 10 Rw 3 Sukari mengaku sangat berharap warganya mendapat bantuan dari pemerintah maupun lainnya. “Kalau pun harus dirujuk ke rumah sakit, segeralah dirujuk jangan sampai berlarut-larut harus membuat segala macam berkas-berkas biar cepat sehat. Dipermudah saja. Sebagai ketua RT, saya ingin warganya sehat dan sejahtera,” paparnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









