SERANG – Meski tinggal di daerah yang tak jauh dari industri tak membuat Muhamad Fahruroji, warga Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang untuk bekerja di industri-industri tersebut. Fahruroji lebih memilih berwirausaha dengan membudidayakan jamur.
“Kami menjual bibit F0, F1, F2, baglog, jamur segar dan olahan keripik jamur,” ujar Muhammad Fahruroji, pemilik usaha jamur tiram, Selasa (22/8).
Budidaya jamur tiram ini, kata dia, sudah memberdayakan masyarakat di Desa Teras, Kecamatan Carenang. Di rumah produksinya ada lumbung khusus untuk membudidayakan jamur tiram.
“Kalau omset naik turun bagaimana panennya. Kadang sehari sampai 100 kilo. Kalau nutrisi baglog masih ada, kemungkinan masa petiknya banyak. Setiap satu baglog menghasilkan satu kilo setengah,” tuturnya.
“Bahan bakunya dari serbuk gergaji, kami pres masukan F2. Dimasukan sedikit akan menjalar putih semua sekira dua bulanan. Bila sudah putih semua taro di rak. Tunggu seminggu, langsung bisa dipetik jamur tiramnya,” katanya.
Ia mengatakan besaran panen dapat dilihat seberapa luas lumbung jamur tiram, bila semakin luas jumlah jamur tiram yang dipanen pun semakin banyak. Di lumbung Teras Jaya, kata dia, setiap panen menghasilkan 100 kilogram jamur tiram dengan estimasi waktu panen tiga bulan sekali. Bila baglog masih kaya nutrisi, jelasnya, dalam waktu dekat, ia akan kembali memetik jamur tiram.
“Saat ini jamur segar banyak peminatnya. Baik untuk dijual kembali ke pasar tradisional maupun diolah di rumah makan. Keripik jamur kami pun sudah menyebar penjualannya ke Lampung, Palembang, Jawa Tengah dan daerah besar lainnya,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









