SERANG, RADARBANTEN.CO.ID– Di tengah tantangan pengangguran dan potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Banten, Polda Banten menawarkan pendekatan berbeda: bukan razia atau penindakan, melainkan pelatihan wirausaha.
Program bertajuk The Next Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) kini jadi ujung tombak Polri dalam mencegah kriminalitas berbasis motif ekonomi, lewat pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat rentan.
Kepala Bidang Hukum Polda Banten, Yuliani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi inklusif Polri yang tengah ia susun dalam pendidikan di PKN Tingkat I.
“Tujuannya mengatasi pengangguran dan kemiskinan karena hal itu berpotensi menimbulkan kriminalitas. Fokus kami ada di pencegahan, bukan hanya penindakan,” tegas Yuliani saat berkunjung ke Kantor Radar Banten, Kamis, 28 Agustus 2025.
Diluncurkan secara nasional oleh Kapolri pada 18 Maret 2025, Poliran telah meluluskan empat angkatan. Rinciannya, 96 orang di angkatan pertama, 112 orang di angkatan kedua dan ketiga, serta 104 orang di angkatan keempat. Para peserta berasal dari kalangan yang terdampak langsung oleh tekanan ekonomi, di antaranya korban PHK, pengangguran, hingga eks-narapidana.
Di balai pelatihan Poliran, mereka dibekali keterampilan praktis seperti pengelasan, listrik, budidaya ikan dan palawija, serta peternakan sistem bioflok.
“Harapannya, masyarakat yang ikut Poliran tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga mampu mandiri lewat wirausaha. Kami sudah membuktikan hasilnya, dan program ini mendapat apresiasi luas,” tambah Yuliani.
Lebih dari sekadar program pelatihan, Poliran diposisikan sebagai tameng sosial dalam meredam potensi kejahatan yang lahir dari kesenjangan ekonomi.
“Jika pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan, maka potensi timbulnya kriminalitas juga akan berkurang. Dengan begitu, peluang terjadinya gangguan Kamtibmas semakin kecil,” ujarnya.
Yang menarik, program ini secara tidak langsung turut mengubah persepsi publik terhadap institusi Polri. Tak lagi semata identik dengan tindakan represif, tapi juga hadir sebagai penggerak perubahan sosial.
“Masyarakat sangat mengapresiasi dan merasa ini sisi lain dari Polri yang selama ini image-nya lebih ke represif. Ternyata polisi juga ada di ranah pencegahan, tapi mungkin kurang dilihat orang. Harapannya, dengan Poliran ini, peran Polri di ranah preventif bisa meningkatkan publik trust,” pungkas Yuliani.
Editor : Merwanda











