SERANG – Nia Mardiana, bayi penderita gizi buruk berusia enam bulan di Kampung Kareo Masigit, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang sudah dirujuk ke RSDP pagi tadi, Rabu (23/8) untuk ditangani dan dirawat secara serius oleh dokter.
“Sebenarnya pasien sudah ditangani, tanggal 12 Juni oleh Puskesmas dirujuk tidak mau. 16 juni didatangi kerumahnya dirujuk juga ngga mau. 20 Juni dipaksa sama desa, camat dianter ke RSDP diperiksa ke dokter anak, kata dokter Oki dianjurkan supaya dirawat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Sri Nurhayati melalui telepon seluler, Rabu (23/8).
Kata dia, pasien menolak untuk dirawat dan ada surat penolakannya. Alasan penolakan keluarga, tidak ada yang menunggu pasien dan belum ada ijin dari suami Badriah (39). Mengingat, kata dia, waktu itu lebaran.
“Terus habis lebaran ada kunjungan rumah, terus anak ini belum punya BPJS, karena masih bayi diurus BPJS rada lama karena ngga punya KK dan KTP,” katanya.
Namun kata dia, terus diupayakan dan orang tua bayi tetap tidak mau dirujuk untuk diobati, malah berobat ke alternatif.
“Sebenernya bukan belum ditangani, hanya memang komplek. Tadi dipaksa sudah mau, alhamdulillah sudah di rumah sakit sekarang,” ucapnya.
Semua biaya penginapan dan pengobatan, Sri memastikan gratis. Hanya memang, kendalanya dari orangtua untuk bersabar menunggu di rumah sakit, karena penanganannya hingga satu bulan lebih.
“Di rumahnya ada anak kecil juga, kami kasih motivasi hal tersebut. Bila sudah normal,nafsu makannya,asupan nutrisinya, berat badannya sudah pulih itu boleh dibawa pulang. Akan kami pantau terus. Kalau ibunya nurut tidak minta pulang, insya allah dua minggu juga sudah sembuh,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang Saefudin mengatakan setiap warganya yang terhubung dalam program dinas sosial akan segera direspon untuk ditangani, namun ia menegaskan masalah kesehatan seperti gizi buruk masuk ke ranah Dinas Kesehatan yang lebih memiliki prioritas dan fasilitas obat-obatan dan sebagainya.
“Kalau pun ada harus lewat Dinsos itu dilihat dulu apakah orangtuanya punya BPJS atau tidak punya baru kami tangani. Kami akan fasilitasi apa yang seharusnya kami berikan dan bantu,” ujarnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)










