CILEGON – Workshop industri rumahan di Kota Cilegon yang berbasis baja meminta dukungan dari pihak PT. Krakatau Steel (KS) dan PT. Krakatau Posco (KP) beserta groupnya dengan menyediakan bahan baku baja bersubsidi. Home industri ini berproduksi dalam pembuatan container office serta container caffe dan gerobak sampah.
Ironisnya, Worskhop Bangun Baja Trikora yang berada di Lingkungan Pintu Air, Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon ini masih mendapatkan bahan baku baja dari luar Provinsi Banten. Padahal Cilegon telah dikenal secara luas sebagai Kota Baja.
“Kita meminta dukungan dalam mensuport kebutuhan bahan baku plat sisa-sisa saja, dari KS ketebalannya 2 sampai 4 mili dari Posko 4 sampai 10 mili. Lucu dong jika di Cilegon bahan bakunya ada tapi keluar ke Jawa dan kemana-mana, di Cilegon nya tidak ada home industri yang berbasis baja,” ujar M Ibrohim Aswadi pemilik Workshop Bangun Baja Trikora, Kamis (24/8).
Kata dia, ada belasan warga ring 1 yang dilibatkan oleh workshopnya itu. Ibrohim mengaku berkeinginan untuk mengembangkan SDM warga ring 1 agar memiliki daya saing dan keahlian yang menghasilkan. “Syaratnya industri harus mendukung. Ini tanggung jawab kita untuk menciptkan lini-lini tenaga kerja baru,” katanya.
Sementara itu, Manager PKBL PT. KS, Syarif Rahman, mengaku mendukung home industri baja dari workshop yang berada di ring 1 tersebut . Namun demikian terkait permintaan penyedian bahan baku bersubsidi ia mengatakan masih akan berkoordinasi lagi dengan bagian pemasaran. “Bahan baku itu ada, masalah harga adanya di pemasaran. Kita akan koordinasikan dan diusahakan karena kebijakan ada di direksi,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









