CILEGON – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten, Basarnas Banten, beserta Balai Karantina dan Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon bersama sejumlah instansi lainnya menggelar simulasi gabungan. Simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza H7N9 atau Flu burung itu berlangsung di Pelindo II Ciwandan, Kota Cilegon, Selasa (29/8).
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten, Budiman mengatakan kedaruratan kesehatan masyarakat cukup meresahkan dunia. Sebab kejadian kesehatan masyarakat itu bersifat luar biasa dengan ditandai penyebaran penyakit menular.
“Biasanya kejadian ini disebabkan oleh radiasi nuklir, pencemaran biologi, dan kontaminasi kimia, dan pangan yang menimbulkan bahaya kesehatan dan berpotensi menyebar lintas wilayah atau lintas negara,” katanya.
Sementara itu,Kepala Basarnas Pos Sar Banten, Hairoe Amir Abyan mengungkapkan simulasi itu dilakukan dalam rangka kesiapan Indonesia dalam menangani kemungkinan wabah penyakit menular.
“Dalam simulasi itu kita berkoordinasi dengan kapten kapal, tim ini menjemput awak maupun penumpang kapal yang dicurigai terjangkit penyakit menular,” ujarnya.
Humas Balai Karantina dan Pertania (BKP) Kelas II Cilegon, Sutarti mengatakan dalam kegiatan simulasi yang dilaksanakan di Pelindo II Ciwandan, pihaknya hanya ikut berperan dalam penanganan masuknya komoditas pertanian yang diduga terkontaminasi virus yang membahayakan.
“Dalam simulasi ini Karantina Cilegon berperan sebagai pemeriksa dan memberikan perlakuan terhadap komoditas pertanian yang terkontaminasi,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









