SERANG – Timong binti Samlawi Abdul Gani, Tenaga Kerja Wanita (TKW) meninggal dunia di Suriah asal Kampung Peyeuh Koneng, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang dikabarkan akan dipulangkan Rabu (6/9) mendatang.
“Orang Depnaker juga sudah ngebel kesini. Sekarang sedang siap-siap, takut nanti almarhum datang,” katanya usai ditemui Radar Banten Online di kediamannya, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Minggu (3/9).
Kata dia, yang membuat kepulangan jenazah Timong berangsur lambat disebabkan oleh para sponsor yang seharusnya mengurus segalanya hilang tanpa memberi kabar pada Holyadi, suami Timong dan keluarga.
“Sponsornya enggak ada. Nomornya sudah enggak aktif, ngga bisa dihubungi,” katanya.
Ia membeberkan bahwa sponsor Timong menjanjikan akan memulangkan Jenazah secepatnya. Bukannya mengurus berkas kepulangan jenazah, kata dia, sponsornya malah angkat tangan, tidak bertanggung jawab.
Tak hanya itu, sejak Timong masih hidup, pihak keluarga Timong sudah meminta pada sponsornya untuk dipulangkan. Hingga Timong meninggal dunia, Sutinah mengatakan bahwa para sponsornya tersebut tidak pernah mengurus kepulangan TKI asal Lebak Wangi tersebut.
“Semua diurus suaminya (Holyadi-red), dia kemana-mana minta bantuan. Terus BP3TKI Serang yang mengurus kepulangan,” terangnya.
Sutinah mengatakan bahwa Timong berangkat secara non prosedural, semua data Timong tidak teridentifikasi baik Depnaker maupun BPN2TKI.
Dihubungi secara terpisah, Kepala BP3TKI Gatot mengatakan telah mengurus TKI yang meninggal dunia di Suriah untuk segera dipulangkan.
“Kami menunggu kabar dari kedutaan kapan dipulangkan,” kata Kepala BP3TKI Serang Gatot A Hermawan, Minggu (3/9).
Ia menjelaskan Timong memang tidak terdata di Depnaker maupun BPN2TKI Pusat. Namun, ia belum bisa memastikan bahwa TKI yang diduga dianiaya oleh majikannya tersebut berangkat secara non prosedural atau ilegal. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).










