SERANG – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengusir anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Supiadin Aries Saputra dari kampus yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman Nomor 30, Ciceri, Kota Serang tersebut.
Kedatangan anggota Komisi I dari fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ke kampus tersebut sebagai pembicara pada diskusi publik tentang Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Terorisme.
Pengusiran dilakukan mahasiswa sambil berunjuk rasa di dalam aula utama saat Supiadin memaparkan materi. Awalnya, mahasiswa melakukan unjuk rasa tersebut di luar aula yang digunakan sebagai tempat diskusi publik. Namun kemudian mahasiswa yang berjumlah belasan tersebut merangsek masuk.
Diskusi pun terganggu. Bahkan Supiadin menghentikan pemaparannya. “Jika tidak diberi kesempatan berbicara, saya akan meninggalkan tempat ini,” ujar Supiadin, Selasa (17/10).
Mahasiswa dengan membawa spanduk bertuliska Tolak Parpol Masuk Kampus pun tidak menggubris permintaan Supiadin untuk berdialog agar pemaparannya dapat dilanjutkan. Bahkan mahasiswa menantang Supiadin.
“Silahkan tinggalkan tempat ini. Siapa yang salah? Dalam aturan sudah jelas (parpol tidak boleh masuk kampus),” ujar salah satu mahasiswa.
Setelah permintaannya tak digubris, Supiadin bersama timnya akhirnya berjalan dan keluar dari gedung disaksikan mahasiswa yang bersorak sorai.
Saat akan dimintai tangggapannya terkait penolakan dari mahasiswa. Supandi enggan menanggapinya. Yang ada, Supiadin pun berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman depan kampus. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









