SERANG – Rektor Universitas Islam Negri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten Prof Fauzul Iman melantik 28 pejabat terdiri wakil rektor, dekan, direktur, sekretaris dan kepala bagian UIN Banten periode 2017-2022 di ruang rektor lantai III, Kampus UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Jumat (20/10).
Jabatan baru itu diberikan pada Wakil Rektor I Prof Ilzamuddim Ma’mur, Wakil Rektor II Prof E Syarifuddin, Wakil Rektor III Dr Wawan Wahyudin menggantikan Dr Suadi saad, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Dr Subhan, Dekan Fakultas Syariah Dr Yusuf Somawinata, Dekan Fakultas Ushuluddin Dakwah dan Adab Dr Suadi Saad menggantikan Prof Dr Udi Mufrodi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr Nihayatul Maskuroh, Direktur Pascasarjana Prof Bai Syafuri menggantikan Prof Dr Utang Ranuwijaya dan Wakil Direktur Pascasarjana Dr. Naf’an Tarihoran.
Usai menyebut nama-nama jabatan, seluruh pejabat yang dilantik memegang sumpah jabatan pelantikan. Sumpah jabatan langsung dibacakan oleh Rektor UIN Banten Fauzul Iman. Dilanjutkan penandatanganan naskah serah terima jabatan dan fakta integritas oleh seluruh pimpinan.
Rektor UIN Banten menekankan pada pejabat yang dilantik, agar komitmen dengan amanahnya. Tugas-tugas baru untuk dijalankan sesuai aturan yang berlaku, tidak boleh abai dengan jabatan yang sudah ada.
“Kalau tidak komitmen, bisa dibayangkan banyak sisa-sisa pekerjaan yang sudah waktunya tidak bisa digarap. Dengan didasarkan panduan komitmen, tidak mencacati tugas aturan negara,” kata dia usai melantik seluruh pejabat, UIN Banten, Kota Serang, Jumat (20/10).
Hal penting, tambah dia, menjalankan tugas harus terukur, terprogram dan komitmen sesuai kinerja yang telah dijalankan. Menurutnya, tugas yang sudah dibebankan sebagai amanah tidak boleh ditinggalkan. Meskipun harus mengalami kondisi terjepit sekalipun, para pejabat UIN Banten harus mampu mengatasinya.
“Jangan sampai kondisi darurat, lalu mengorbankan segalanya. Aturan harus berdiri tegak,” tambah Fauzul.
Ia menegaskan komitmen harus ditegakkan. Tak hanya itu, para pejabat harus menunjukan loyalitasnya dengan kinerja yang bagus, akuntabilitas dan profesional.
“Program-program yang sudah didesain dengan matang, dijalankan dengan baik. Sehingga tugas umat ke depan melahirkan generasi yang soleh, cerdas dan amanah,” ungkapnya.
Dikatakan, generasi ini bisa menjadi pemimpin yang menegakkan pendidikan umat baik dunia kampus, pesantren pejabat publik, ulama, kiyai atau pun wartawan.
“Harapan kami agar mencetak jadi apa saja yang baik tetap di atas prinsip dan nilai nilai kebenaran amanah,” tukasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









