SERANG – Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin meminta maaf atas insiden pemukulan Panji Bahari, wartawan Banten Pos oleh oknum kepolisian dari anggotanya, di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ciceri, Kota Serang, Jumat (21/10) kemarin.
“Karena itu dinamika situasional, terjadi saat itu kondisinya saling dorong, saling pukul antara petugas dan mahasiswa. Ada rekan media di dalamnya,” kata dia, di Polres Serang Kota, Jumat (21/10) malam.
Dikatakannya, ke depan jajarannya bisa lebih profesional dan lebih teliti. Ia harap semua pihak mematuhi ketentuan aturan yang berlaku. Tambah dia, pihaknya akan bertanggung jawab atas insiden petang kemarin.
“Kalau pun ada korban dari teman media, kami menunggu konfirmasi lebih lanjut. Mudah-mudahan bisa diselesaikan,” ujarnya.
Namun demikian, ia memaparkan terlepas dari siapa korbannya akan dijadikan evaluasi dan pembinaan terhadap personel. Ia pun menyilakan, bila masalah itu terbukti ada anggotanya melakukan kesalahan akan diproses lebih lanjut sesuai ketentuan.
“Tidak terbatas kepada anggota siapapun, akan kami proses sesuai ketentuan,” terang dia.
Bagi dia, insiden ini menjadi evaluasi ke depan dalam melaksanakan tugas. Menjadi pelajaran bersama baik rekan media, mahasiswa dan rekan petugas.
Terpisah, Pemimpin Redaksi Banten Pos, H Adam Adhary menyesalkan tindakan arogan aparat tersebut. Ia mengatakan wartawan bekerja dilindungi undang-undang. Tindakan represif tidak diperkenankan oleh siapapun kepada siapapun, terlebih oleh aparat kepada wartawan yang sama-sama sedang menjalankan tugas.
“Karena itu kami mendesak Kapolres Kota Serang, Bapak Komarudin agar menindak anak buahnya tersebut. Propam harus mengusut kasus ini, agar tidak ada lagi peristiwa sewenang-wenang seperti ini terhadap wartawan lain,” tukasnya.
Usai melaksanakan visum di RSUD dr Drajat Prawiranegara, Panji Bahari Noor Romadhon, didampingi sejumlah wartawan lainnya melakukan laporan ke Propam Polda Banten dengan Nomor STPL / 65 / X 2017 / Yaduan dikeluarkan pada Jumat, 21 Oktober 2017.
Sebelumnya, Panji menjadi korban amuk oknum polisi yang bertugas mengamankan demo yang berlangsung di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jumat (20/10). (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)










