TANGERANG – Sekitar 200 karyawan hotel dan restoran yang ada di Kota Tangerang mengikuti uji kompetensi yang digelar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan bekerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi Hospitality Cakrawala Indonesia (HCI) di Grand Serpong Hotel (GSH) Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (25/10).
Kegiatan yang berlangsung hingga 28 Oktober 2017 tersebut diharapkan mampu mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing sebagai karyawan yang kompeten di bidangnya, seperti housekeeping, resepsionis, waitters dan food and beverages.
Ketua Harian PHRI Banten Gs Ashok Kumar mengatakan, kegiatan uji kompetensi keahlian bidang perhotelan dan restoran ini merupakan bagian dari usaha PHRI untuk memajukan industri pariwisata nasional, khususnya di Banten. ”Kami yakin dengan adanya sertifikasi kompetensi yang dimiliki oleh setiap karyawan yang bekerja di bidang perhotelan dan restoran akan mampu meningkatkan kualitas dari pariwisata disuatu daerah. Fokus kami saat ini ada di 3 P, yakni pengelolaan, pelayanan, dan program,” kata Ashok saat konferensi pers, Rabu (25/10).
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh mengungkapkan, mendukung dengan adanya kegiatan uji kompetensi yang digelar oleh PHRI dan LSP HCI terhadap seluruh karyawan perhotelan dan restoran di Banten. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Tangerang, bahkan hingga akhir Oktober ini tercatat sekitar 600 ribu kunjungan, dan setiap tahunnya mengalami kenaikan sekitar 20 persen.
”Makanya peningkatan SDM melalui uji kompetensi ini menjadi hal yang mendukung dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada seluruh pengunjung dan wisatawan. Saat ini ada sekitar 58 hotel berbintang yang kini hadir di Kota Tangerang, dan sekitar 430 restoran,” ungkapnya.
Staf Kementerian Pariwisata Ahmad Suharto yang juga menghadiri acara pembukaan uji kompetensi menuturkan, selain meningkatkan kualitas, uji kompetensi ini penting untuk kepercayaan konsumen.
”Ke depan sertifikasi kompetensi menjadi penting, dan ini menjadi salah satu syarat hotel yang lulus standardisasi. Apalagi, berkaitan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mau tidak mau SDM dalam negeri harus bersaing dengan karyawan yang datang dari negara lain,” tuturnya. (Ade Mualana/RBG)










